Sementara itu, alumni Kajian Stratejik dan Global, Universitas Indonesia, Bayu Wicaksono, menjelaskan bila program di SKSG UI memang dirancang untuk mendukung efektivitas studi, baik dari segi waktu maupun biaya.
Mahasiswa didorong untuk menyelesaikan studi mereka dalam waktu yang lebih singkat, sehingga mereka dapat segera berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Program unggulan ini membuka pendaftaran dua kali setahun pada semester ganjil dan gasal, memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa untuk bergabung.
Meski begitu, kualitas pendidikan di Kajian Stratejik dan Global UI tetap dijaga ketat. Bayu Wicaksono mencontohkan bila setiap penelitian harus memiliki tingkat kemiripan yang sangat kecil, yakni di bawah 10 persen.


