lenterakalimantan.com, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan PT Lembu Setia Abadi Jaya (LSAJ) laksanakan penandatanganan kesepahaman (MoU) Kerjasama pengelolaan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK), Rabu (16/10).
Seluas sebelas ribu hektar hutan di Blora, Jawa Tangah dan Ngawi menjadi Langkah strategis dalam mendukung program makan bergizi gratis bagi anak sekolah yang juga merupakan program unggulan Presiden terpilih, Prabowo Subianto guna upaya peningkatan kualitas gizi nasional.
Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia menyambut baik kolaborasi tersebut sebab kini Indonesia tengah menghadapi tantangan yang luar biasa terkait kemandirian pangan salah satunya terkait protein hewani.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada UGM yang tentunya ini merupakan satu kesempatan bagi UGM untuk link and match dengan praktisi dan industri untuk bersama menghadapi tantangan-tantangan yang lebih serius di masa yang akan datang,” kata Ova.
Ova dalam pernyataannya mengatakan, kolaborasi ini akan terjalin sesuai dengan cita-cta UGM untuk menjadi Research and Development (RnD) bagi industry yang sedang berkembang.
“Setelah pertemuan siang itu akan segera dibentuk PIC yang melibatkan tim ahli dari lintas disiplin ilmu yang berbeda meliputi peternakan, pertanian, kehutanan. “Semoga kerja sama ini bisa memberikan hasil yang baik bagi semua pihak,” tambahnya.
LSAJ Berkomitmen Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Direktur Utama PT LSAJ, Arie Triyono berharap kolaborasi dengan UGM nantinya akan membantu PT LSAJ dalam sisi teknologi dan inovasi.
Saat ini PT LSAJ menjadi percontohan bagi beberapa Provinsi yang ingin melakukan studi banding mengenai tata Kelola ternak dari hulu hingga hilir. Bahkan kini PT LSAJ telah menjadi tujuan bagi mahasiswa magang dan praktek kerja lapangan (PKL).
“Jadi selain target untuk menyiapkan sapi indukan sebanyak 5.000 ekor dari Kementerian Pertanian, kami juga menargetkan diri harus bisa membangun asrama untuk tempat tinggal bagi mahasiswa, petani, peternak, ataupun utusan daerah yang ingin belajar di PT LSAJ,” ucap Arie.
Arie juga meyakinkan siap untuk menyambut program kerja pemerintah baru, salah satunya adalah menyuplai makanan bergizi untuk anak sekolah. Oleh karenanya jika PT LSAJ bersedia menjadi penyedia daging bagi program tersebut, perusahaan membutuhkan bantuan dari masyarakat sekitar tanah UGM yang ada di Blora untuk menyediakan pakan ternak.
“Rencananya akan kami tumpangsarikan antara rumput umami, pakchong, dan juga odot,” jelas Arie.
Menurutnya, ketiga tanaman tersebut sangat prospek untuk memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat, bahkan bisa melebihi UMR Blora nantinya.
Ia berjanji hasil produksi petani rumput akan dibeli sehingga pendapatan petani tidak akan terpotong biaya jemur, biaya angkut dan lainnya. Dengan demikian diharapkan masyarakat akan semangat untuk berpartisipasi.
“Apa yang akan kita lakukan di Blora akan menjadi sebuah terobosan. Tim dari UGM sesegera mungkin dibentuk karena ada harapan dari Kementerian Pertanian, kalau bisa Desember harus sudah bisa dilihat farm-nya, jadi paling tidak pertengahan November kita sudah mulai tanam,” tutup Arie.
Pendekatan Terpadu di Blora: Agro Silvo Pastura
Dalam pertemuan antara UGM dan PT. LSAJ, hadir pula Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Hilirisasi Produk Peternakan, Prof. Dr. Ir. Ali Agus. Prof. Ali menjelaskan bahwa kerja sama ini melibatkan konsep Agro Silvo Pastura, dimana hutan dan peternakan berintegrasi untuk menghasilkan produk pangan berkualitas.
Prof. Ali Agus, yang ikut menginisiasi program ini, menjelaskan bahwa sinergi antara sektor kehutanan dan peternakan mampu mengoptimalkan lahan kering di Blora, yang sebelumnya dianggap terbatas karena kendala air.
“Blora itu punya potensi besar, kombinasi jati dan sapi. Dengan pendekatan Agro Silvo Pastura, kita tidak hanya bisa mendukung ekosistem tetapi juga meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkap Prof. Ali Agus.
Menurutnya, Blora yang dikenal dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah berpotensi menjadi pusat produksi daging berkualitas untuk memenuhi program makan bergizi gratis bagi anak sekolah.
Kerja sama ini memiliki target jangka pendek, di antaranya pendirian kandang ternak, gudang pakan, dan fasilitas produksi yang melibatkan masyarakat.
Menurut Prof. Ali, program ini juga sejalan dengan visi Kementerian Pertanian untuk membangun ekosistem industri peternakan yang kondusif.
“Ini akan melibatkan masyarakat secara langsung dalam rantai pasok pakan ternak dan daging yang menjadi kebutuhan utama program makan bergizi,” ungkap Prof. Ali.
Melalui kerja sama yang menggabungkan sumber daya universitas, industri, dan masyarakat, UGM dan PT LSAJ optimistis tak hanya menyukseskan program makan bergizi gratis pemerintah, tapi juga memberikan kontribusi besar dalam peningkatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan Blora dan Ngawi.


