• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Sekolah Rakyat, Perjuangan Mulia Pendidikan Alternatif untuk Anak RPTA Banua Anyar Banjarmasin
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Sekolah Rakyat, Perjuangan Mulia Pendidikan Alternatif untuk Anak RPTA Banua Anyar Banjarmasin
BeritaKALIMANTAN SELATANPendidikan

Sekolah Rakyat, Perjuangan Mulia Pendidikan Alternatif untuk Anak RPTA Banua Anyar Banjarmasin

Tiara Karina
Tiara Karina
Share
6 Min Read
Relawan dan anak-anak sedang asyik membaca dan mewarnai di lapak Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel cabang Banjarmasin di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Banua Anyar (RPTA). Foto: Relawan Rakyat Merdeka Kalsel
Relawan dan anak-anak sedang asyik membaca dan mewarnai di lapak Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel cabang Banjarmasin di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak Banua Anyar (RPTA). Foto: Relawan Rakyat Merdeka Kalsel
SHARE

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Langit abu-abu dan hujan gerimis tidak menyurutkan semangat relawan Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel Cabang Banjarmasin untuk melapak di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTA) Banua Anyar, Banjarmasin Timur pada Minggu (26/1/2025).

Puluhan buku anak-anak, lembaran sketsa, alat tulis serta lukis bergelimpangan di terpal. Anak-anak asyik menggambar didampingi oleh orang tua dan relawan. Di sisi lainnya, ada pula yang tengah serius mendengarkan tuturan cerita dari relawan.

“Sekarang anak-anak jarang senang membaca buku dan berinteraksi dengan kawan sepantarannya. Ada pula anak yang jarang diperbolehkan orang tuanya bermain. Sekolah Rakyat ada dengan harapan anak bisa mendapatkan pendidikan alternatif yang menyenangkan seperti membaca, mewarnai dan mendengarkan dongeng,” jelas Ketua Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel Cabang Banjarmasin., Ade Kurniawan.

“Dampak kehadiran Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel sangat besar. Contohnya, di Kampung Pelangi, pinggir Banjarbaru, setelah beberapa bulan anak-anak jadi rajin membaca dan rutin mampir ke lapak. Orang tua kadang menanyakan mengenai lapak,” imbuh Ade.

Jumlah relawannya sekitar 35 orang di Banjarmasin dan Banjarbaru. Agenda rutin mingguannya ada lapak membaca buku dan mewarnai, bulanan ada upgrading relawan dan tahunan ada kolaborasi dengan rumah yatim dan panti asuhan.

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai sekolah dan universitas, misalnya Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA), Universitas Islam Negeri (UIN) Pangeran Antasari Banjarmasin. Biasanya, mereka mengajukan tema sendiri. Teknisnya akan bekerja sama dengan relawan untuk mengajar, mendongeng atau mendampingi anak-anak,” ujar Wakil Ketua Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel Cabang Banjarmasin, Muhammad Naufal Al-Farisi menimpali di tempat yang sama.

Tak hanya itu, Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel juga memiliki program Rombel (Rombongan Belajar) yang tahun lalu sukses diselenggarakan selama sembilan pertemuan sekitar empat bulan di Warkop Narasi.

“Kurikulumnya menyesuaikan dengan anak yang mendaftar, dari Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kota 4 Banjarmasin. Ada beberapa tentor yang mengajarkan calistung dan muatan lokal,” lanjut Naufal.

“Harapannya, Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel Cabang Banjarmasin lebih dikenal lagi. Keberadaan kami sesungguhnya adalah satir bagi pemerintah supaya mereka tersindir. Instansi pemerintah seharusnya memberikan bantuan misalnya donasi buku. Anak-anak dibantu untuk belajar bersama,” tandasnya.

Kaila, siswi kelas enam Sekolah Dasar (SD) bercerita ia sering datang ke lapak Sekolah Rakyat. “Saya suka membaca dan menggambar di sini. Kakak relawannya sering membantu membacakan buku,” ujarnya.

Temannya, Balqis, siswi kelas dua SD mengaku belum lancar membaca, akan tetapi ia menyenangi buku-buku yang ada di lapak.

Cita-Cita Mulia untuk Anak Bangsa

Sekolah Rakyat Merdeka kini tersebar di beberapa 25 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia, antara lain Sumatera, DKI Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Sulawesi.

Wira Surya Wibawa, pendiri Sekolah Rakyat Merdeka yang tengah menempuh studi S-2 Hukum di Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari bercerita mengenai latar belakang terbentuknya Sekolah Rakyat Merdeka pada 2021 lalu. Ia melihat sangat sedikit pendidikan formal yang bisa dinikmati anak-anak.

“Di Kalimantan Selatan sendiri, secara geografis Kalsel banyak wilayah yang sulit dijangkau. Kemudian secara sosial, ada banyak ketimpangan, misalnya tidak ada sekolah, guru, buku pelajaran, perpustakaan layak,” tuturnya.

Ia merasa prihatin banyak anak-anak yang gagal menempuh pendidikan karena terhalang ekonomi. Sudah begitu, ujian nasional atau penyetaraan paket biayanya mahal.

“Kini, persyaratan melamar kerja minimal punya ijazah sekolah 12 tahun. Sekolah Rakyat harapannya nanti bisa membantu anak-anak tidak mampu untuk mengejar paket A dan C serta merekomendasikan yang sudah usia kerja ke Balai Latihan Kerja (BLK),” ucapnya.

Terkait metode belajar, Sekolah Rakyat Merdeka menyesuaikan dengan kebutuhan siswanya. Pertama, pola visual, seperti menayangkan film dokumenter, film ajar. Kedua, pola auditori, seperti mendongeng dan menceritakan ulang isi buku. Terakhir, pola kinetik atau gestur tubuh.

Wira menekankan kegiatan Sekolah Rakyat Merdeka senantiasa di ruang publik bertujuan mengembalikan esensinya sebagai ruang aman bersama, terkhusus untuk anak-anak.

“Seharusnya tidak ada seksisme, kata-kata kasar, aktivitas tidak wajar di ruang publik. Alih-alih merusaknya, Sekolah Rakyat memanfaatkannya dengan beraktivitas dan merawat baik fasilitas publik,” ucapnya.

Namun, sayangnya pemerintah daerah dan kabupaten/kota di Kalsel minim respons dan bantuan untuk Sekolah Rakyat Merdeka Kalsel. Justru, bantuan uang dan donasi berdatangan dari organisasi, komunitas, aliansi bahkan masyarakat,

“Pendanaan bukan dari proposal tetapi kebanyakan bantuan swadaya dan dananya dimanfaatkan untuk tentor, aktivitas sekolah rakyat. Solidaritas antara masyarakat, anak-anak, mitra dan aliansi adalah sesuatu yang membuat Sekolah Rakyat Merdeka tetap hidup,” ujar Wira.

Ia berpesan, bahwa siapapun bisa mengajar terlepas dari latar belakangnya. Sekolah Rakyat Merdeka hadir untuk memerdekakan setiap manusia untuk belajar apapun.

“Setiap orang adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah. Sekolah tempat berbagi, bermain dan berkeluarga. Pendidikan jangan sampai kendur karena kendala biaya. Teruslah sekolah dan belajar dan bercita-citalah setinggi-tingginya,” tuntas Wira.

Terpopuler

Hj Ananda
Hj Ananda Resmi Dilantik sebagai Ketua PMI Kota Banjarmasin Masa Bakti 2025-2030
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Akhdiyat : Tidak Apel, ASN Potong Tunjangan

Bupati Tala Resmikan Gedung Serba Guna Desa Kintap

19.497 Porsi Makan Paliat Antar Tabalong Raih Rekor MURI di Puncak Harjad ke-60

UMK 2024 di Tabalong Naik 4,15 Persen

Peringati HUT ke-75, IBI Kotabaru Gelar Bakti Sosial KB dan Imunisasi

Pemprov Kalteng Tegaskan Peran Strategis UPR dalam Mencetak SDM Berdaya Saing

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Buka Pelatihan Pendamping Koperasi Merah Putih

Legislator Achmad Maulana Gelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila di Kabupaten Barito Kuala

1 Runah di Jalan Sungai Mesa Banjarmasin Terbakar, Herry: Kerusakan 40 Persen

Pemko Banjarmasin Terima Bantuan Dari PT KINO Indonesia

TAGGED:BanjarmasinPendidikan AlternatifRPTA Banua Anyar BanjarmasinSekolah Rakyat
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Kepala DKUPP Kabupaten Tabalong, H Syam'ani. Foto: JM/lenterakalimantan.com Binaan DKUPP Tabalong, Pelaku UMKM Meningkat di Tahun 2024
Next Article Anggota DPRD Kotabaru, Mustakim menyerahkan jaring bagang dari program pokok-pokok pikiran (Pokir) untuk kelompok nelayan Sipatuo, Desa Sarang Tiung, Kabupaten Kotabaru, Senin (27/01/2025). Legislator Mustakim Salurkan Bantuan untuk Nelayan

Latest News

Dr. Muhamad Pazri, S.H., M.H. Ketua Yayasan Edukasi Hukum Indonesia (YEHI)
Karhutla Kalimantan Jangan Hanya Padamkan Api, Periksa Tata Kelola
Opini September 1, 2026
ASN
Perkuat Penanganan Karhutla, Pemprov Kalteng Gelar Apel Relawan ASN
KALIMANTAN TENGAH September 1, 2026
Karhutla
Gubernur Muhidin Bersama Forkopimda dan Mahasiswa Padamkan Bara Karhutla dengan Metode Injection
KALIMANTAN SELATAN September 1, 2026
kualitas
Kadar Kualitas Udara Berbahaya, Disdik Bartim Liburkan Siswa 1–6 September
KALIMANTAN TENGAH Agustus 31, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?