lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kalimantan Selatan memiliki situs-situs religi termasuk masjid bersejarah yang fenomenal. Bertepatan dalam momentum bulan suci Ramadan, komunitas Meratus Geopark Youth Forum menggelar kegiatan Gerakan Peduli Situs (GPS) secara serentak di tiga masjid Kalsel pada Sabtu (22/03/2025).
GPS ini merupakan aksi nyata dalam merawat situs budaya bersejarah dan bertempat di tiga situs, yaitu Masjid Sultan Suriansyah di Banjarmasin, Masjid Bambu Kiram di Banjar dan Masjid Su’ada di Hulu Sungai Selatan.
Kegiatan ini diikuti sekitar 40 relawan dari Meratus Geopark Youth Forum dan komunitas Kalsel seperti Pepelingasih, Putik Bersih, Sekolah Rakyat Kalsel, serta perwakilan dari Duta Wisata Hulu Sungai Selatan.
Ketua Meratus Geopark Youth Forum, Muhammad Miftah Farid, mengatakan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga warisan budaya di Kalsel.
“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian pemuda terhadap pelestarian sejarah dan budaya daerah,” ujarnya.
Tak hanya melakukan aksi bersih-bersih, relawan GPS juga menyerahkan set alat kebersihan kepada pengurus masjid sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemeliharaan berkelanjutan.
Di samping itu, relawan juga menggelar pembagian takjil gratis dan buka puasa bersama dengan pengurus dan jemaah masjid terkait.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi baik dari pengurus masjid dan masyarakat, Salah satu pengurus masjid Abdurrahman menceritakan ia merasa terbantu dengan adanya dukungan dari relawan GPS.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan tempat ibadah, serta menguatkan kesadaran akan pentingnya merawat warisan budaya,” paparnya.
Miftah menyampaikan ke depannya, Meratus Geopark Youth Forum berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan serupa guna memperluas dampak positif bagi pelestarian budaya di Banua.
Ia juga berharap GPS dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam upaya menjaga dan merawat situs budaya yang ada di Kalsel.
“Situs bersejarah ini bukan hanya milik generasi sekarang, tetapi juga warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.
Adapun lokasi kegiatan dikoordinasikan oleh Inayatul Maulida di Banjarmasin, Deavindy Amanda Gresita di Banjar, dan Luthfy Al Razieb di Hulu Sungai Selatan.
Editor: Rian


