lenterakalimantan.com, TEHERAN – Serangan balasan Iran terhadap Israel menyebabkan kerusakan besar di sejumlah wilayah, sebagaimana terekam dalam berbagai video yang beredar luas. Iran meluncurkan ratusan rudal balistik sebagai respons atas serangan sebelumnya oleh Israel yang menewaskan warga sipil, pejabat militer, serta ilmuwan Iran, dan menghantam fasilitas nuklir serta pangkalan militer di berbagai lokasi di Iran.
Menurut laporan media Israel, kerusakan yang ditimbulkan di Tel Aviv dan sejumlah kota lainnya digambarkan sebagai “mengerikan”. Beberapa rekaman memperlihatkan bangunan luluh lantak dan kebakaran hebat pascaserangan, Sabtu (14/6/2025).
Serangan tersebut dilakukan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diluncurkan tepat tengah malam, diikuti gelombang kedua pada dini hari Sabtu. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebutkan bahwa operasi tersebut diberi nama “Operasi Janji Sejati 3”, dan dinyatakan akan terus dilanjutkan “selama diperlukan”.
“Gelombang pertama rudal berhasil menghantam sedikitnya 150 lokasi militer dan intelijen, termasuk pabrik-pabrik senjata,” kata IRGC dalam pernyataan resminya. Sementara itu, gelombang kedua menyerang sejumlah lokasi strategis di Tel Aviv, Haifa, Ashdod, dan Be’er Sheva, menurut media berbahasa Ibrani.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dalam pidato video menyatakan bahwa Angkatan Bersenjata Iran akan membuat rezim Zionis “tak berdaya” dan “menderita”.
Mengutip pernyataan dari seorang pejabat tinggi Iran kepada CNN, Iran berencana untuk meningkatkan intensitas serangan dan memperluas target ke pangkalan militer negara-negara regional yang memberikan dukungan terhadap Israel.
Sementara itu, otoritas Israel menyebutkan sedikitnya satu warga tewas dan lebih dari 70 orang terluka akibat rentetan serangan tersebut.
Media Tehran Times menuliskan bahwa serangan tersebut adalah “tindakan balasan sah atas pelanggaran mencolok Israel terhadap hukum internasional dan kedaulatan Iran.” Surat kabar berbahasa Inggris tersebut juga menyebutkan bahwa “seluruh dunia menyaksikan bagaimana rezim Zionis, yang biasa bertindak tanpa konsekuensi, akhirnya merasakan dampak nyata dari agresinya.”
Editor: Muhammad Tamyiz


