lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Bupati Tanah Laut (Tala) H Rahmat Trianto meminta persoalan Stunting atau gagal tumbuh pada anak menjadi perhatian serius bagi kita semua. Walaupun dalam data yang diterima angka stunting di Kabupaten Tanah Laut, mengalami penurunan 19 persen.
“Ini harus kita sikapi semua stakeholder, melalui kegiatan rembuk Stunting kita dapat mencegah dan mempercepat penurunan di Tanah Laut,” kata Rahmat Trianto, saat membuka rembuk Stunting Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten Tanah Laut, Kamis (7/8/2025) di Ruang Calamus, Rattan Inn Hotel Banjarmasin.
Dalam kegiatan tersebut Bupati sekaligus melakukan Launching Program Rahmat Zazuli Sahabat Keluarga Tanah Laut (RAZA SAGALA) yang disaksikan Forkopimda dan sejumlah kepala SKPD dan Camat.
Bupati Rahmat Trianto, menerangkan dengan Rembuk Stunting kita harapkan sasaran menjadi terukur dan hasilnya benar-benar nyata. Sebab jika melihat angka maka terjadi penurunan stunting di Tanah Laut, namun apakah di lapangan itu sama atau akurat? Tentu jadi pertanyaan sebab ini berbanding terbalik dengan angka kemiskinan justru bertambah.
Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan ekstra. Koordinasi lintas sektor. Melibatkan berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan sosial, untuk bekerja sama dalam pencegahan dan penurunan stunting.
Selain itu, penting penguatan kapasitas kader kesehatan dan masyarakat untuk melakukan pencegahan dan penanganan stunting.
Begitu pula peningkatan akses terhadap layanan kesehatan masyarakat, terutama untuk ibu hamil, bayi, dan balita.
“Yang tidak kalah penting meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama untuk ibu hamil, bayi, dan balita,”ujarnya.
“Ini bisa terwujud dengan kerja keras dan keterlibatan semua baik ditingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Jadi jangan sampai melalui kegiatan ini hanya berpikir datang setor muka karena ada Bupati. Tapi diperlukan kerja nyatanya dalam penanganan,” tegas Bupati.
Jadi Harus dilakukan pemantauan, evaluasi terhadap program pencegahan dan penurunan stunting ini. Sebab standar ukurannya bukan saja soal Stunting saja tetapi banyak faktor yang mempengaruhi. Seperti anak putus sekolah.
”Masalah narkoba, pengangguran. Ini harus kita sikapi bersama parameter nya,” kata Rahmat.
Ia juga meminta melibatkan semua stakeholder. Ajak pihak kepolisian, Koramil, Kepala Desa dan tokoh masyarakat agar ini dapat kita tekan.
Editor: Can


