lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin kembali memberangkatkan peserta program beasiswa dan bantuan pendidikan ke Timur Tengah.
Peserta diikuti 14 santri dan santriwati secara simbolis dilepas oleh Wali Kota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR, dalam sebuah seremoni yang digelar di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota Banjarmasin, pada Senin (8/9/2025).
Dari total peserta yang diberangkatkan, sebanyak 10 orang akan melanjutkan studi ke Kota Tarim, Hadramaut, Yaman, melalui program beasiswa penuh. Sementara itu, 4 lainnya akan menempuh pendidikan di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, dengan skema bantuan pendidikan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menyampaikan apresiasi atas pencapaian para peserta yang telah melalui proses seleksi ketat di pondok pesantren masing-masing. Ia berharap para santri dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu agama di pusat-pusat pendidikan Islam terkemuka di dunia.
“Semoga beasiswa ini memberikan manfaat besar, dan setelah lulus nanti bisa turut berkontribusi dalam pengembangan dakwah di kota tercinta,” ujar Wali Kota Yamin.
Ia juga memberikan motivasi kepada para peserta agar tetap semangat menempuh pendidikan selama empat tahun ke depan tanpa kepulangan sementara ke tanah air.
“Meskipun belum diperkenankan pulang selama empat tahun, saya yakin adik-adik semua akan tetap kuat dan semangat dalam menjalani proses pendidikan. Ulun percaya, kalian memiliki akhlak luar biasa meski berada di negeri orang,” lanjutnya.
Wali Kota Yamin juga menyampaikan terima kasih kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarmasin yang telah aktif memfasilitasi program ini bersama pemerintah daerah.
“Jaga nama baik Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin. Jadilah duta yang membanggakan bagi daerah,” pungkasnya.
Program beasiswa pendidikan ke Timur Tengah yang diinisiasi oleh Pemkot Banjarmasin dan MUI ini telah berjalan sejak tahun 2021. Hingga tahun 2024, sebanyak 45 santri telah diberangkatkan ke Hadramaut dan Kairo. Dengan tambahan 14 peserta di tahun 2025, total santri dan santriwati asal Banjarmasin yang saat ini menempuh pendidikan di Timur Tengah mencapai 59 orang.
Kehadiran para santri ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan dakwah Islam serta menjaga marwah Kota Banjarmasin sebagai salah satu pusat pendidikan agama di Kalimantan Selatan.
Editor : RIAN


