lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Anggota DPR RI Asal Banua Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Sandi Fitrian Noor, S.T., M.M. semakin intens turun ke Daerah Pemilihan (Dapil). Kehadiran politisi muda Golkar itu ditengah-tengah masyarakat untuk mensosialisasikan empat pilar kebangsaan.
“Empat Pilar Kebangsaan bukan konsep teoritis untuk dihafal, melainkan “pedoman praktis” dan “vaksin sosial” dalam menghadapi tantangan bangsa seperti intoleransi dan penyebaran berita bohong (hoax),”kata Bang Sandi begitu Sandi Fitrian Noor Disapa saat hadir ditengah-tengah warga Desa Tajau Landung Kecamatan Sungai Tabuk, Minggu (14/12/2025).
Bang Sandi menjelaskan keempat pilar tersebut yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai jiwa dan konsensus final bangsa.
“Pancasila adalah roh kehidupan berbangsa. UUD 1945 adalah hukum tertinggi. NKRI adalah harga mati. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah filosofi hidup kita,” tegas Sandi Fitrian Noor di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Lalu sambung dia, Relevansi nilai-nilai kebangsaan tersebut dengan problematika kekinian. “Memahami dan mengamalkan Empat Pilar adalah vaksin sosial terkuat untuk melawan segala bentuk radikalisme, hoax yang memecah belah, dan ancaman disintegrasi,” ujarnya, disambut aplaus hadirin..
Ia mengajak masyarakat untuk aktif menginternalisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi teladan toleransi.
“Saya hadir bukan sebagai figur dari jauh, tapi sebagai mitra. Saya berkomitmen menjadi corong aspirasi Bapak dan Ibu di Senayan, sekaligus menyosialisasikan kebijakan yang pro-rakyat,” kata Anggota DPR RI yang membidangi Komisi VIII (Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan).
Acara yang berlangsung sekitar tiga jam tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif. Masyarakat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Beberapa peserta menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan infrastruktur sosial keagamaan dan peningkatan program pemberdayaan ekonomi perempuan, yang langsung dicatat oleh legislator asal Golkar tersebut untuk ditindaklanjuti.
Editor: Can












