lenterakalimantan.com, MARATUA – Ancaman abrasi pantai di Pulau Maratua kian mengkhawatirkan. Gelombang laut yang terus mengikis bibir Pantai Payung-Payung kini telah mendekati badan jalan aspal di kawasan depan Bandara Maratua, mengancam akses vital transportasi dan aktivitas masyarakat setempat.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (Harum) saat melakukan kunjungan kerja ke Maratua, Sabtu (17/1/2026). Gubernur menyusuri kawasan pantai Payung-Payung hingga jembatan tambat kapal bersama Kepala Dinas Pariwisata serta Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat untuk melihat langsung dampak abrasi yang terjadi.
Melihat kerusakan yang semakin meluas, Gubernur Harum meminta agar penanganan abrasi segera direncanakan secara matang dan diusulkan melalui koordinasi lintas instansi, khususnya antara Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Berau.
“Coba dibuat perencanaannya dan diusulkan,” tegas Gubernur di lokasi peninjauan.
Selain meninjau titik abrasi yang mengancam infrastruktur, Gubernur juga melihat langsung pembangunan penahan ombak yang sebelumnya dikerjakan oleh masyarakat melalui Dana Desa di kawasan pesisir dekat permukiman warga. Upaya swadaya tersebut dinilai penting, namun belum cukup untuk menahan laju abrasi yang terus terjadi.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Maratua. Tidak hanya sebagai destinasi pariwisata unggulan nasional, Maratua juga merupakan ruang hidup masyarakat yang harus dilindungi dari ancaman kerusakan lingkungan dan bencana pesisir.












