lenterakalimantan.com, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Tabalong yang dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong H. M. Noor Rifani melakukan silaturahmi sekaligus ekspos Manajemen Talenta Aparatur Sipil Negara (ASN) di hadapan jajaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pemaparan strategis Manajemen Talenta tersebut bertujuan menunjukkan kesiapan, komitmen, serta implementasi sistem pengelolaan sumber daya manusia (SDM) ASN yang berbasis sistem merit, objektif, dan berkelanjutan, melalui identifikasi talenta ASN di lingkungan Pemkab Tabalong.
“Kami akan berupaya agar Manajemen Talenta ini bisa berjalan secepatnya di Kabupaten Tabalong. Itu menjadi harapan kami sebagai bupati,” ujar H. M. Noor Rifani.
Ia menuturkan, dirinya juga berangkat dari ASN dan merasakan langsung proses pembinaan karier yang dilakukan oleh BKN, hingga akhirnya dipercaya masyarakat untuk memimpin Kabupaten Tabalong.
“Pembinaan yang dilakukan BKN memberikan perlindungan kepada ASN agar tidak lagi didasarkan pada like and dislike, tim sukses atau bukan, melainkan benar-benar diisi oleh orang-orang yang memiliki kapabilitas sesuai bidangnya,” ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati yang akrab disapa Haji Fani itu menekankan pentingnya percepatan pengisian jabatan-jabatan yang masih lowong, guna mendukung realisasi visi dan misi program prioritas Tabalong Smart.
Pengisian jabatan, lanjutnya, harus dilakukan oleh ASN yang memiliki talenta sesuai kebutuhan organisasi serta mampu merespons tuntutan masyarakat secara adaptif dan cepat, terutama di era digitalisasi dan media sosial saat ini.
“Kondisi sekarang menuntut pejabat yang responsif. Pelayanan kepada masyarakat harus cepat dan tepat. Tidak bisa berlama-lama, karena respons masyarakat terhadap pelayanan langsung dirasakan dan diketahui secara luas,” tegasnya.
Menurut Haji Fani, tantangan birokrasi ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan aparatur yang lincah dan adaptif, serta meninggalkan pola pengelolaan ASN yang konvensional.
“Tantangan ke depan semakin kompleks. Kita memerlukan birokrasi yang adaptif dan profesional, tidak lagi mengelola ASN dengan cara-cara lama,” tandasnya.
Ia berharap penerapan Manajemen Talenta dapat menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Tabalong, sekaligus membantunya menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat.
Sementara itu, Sekretaris Utama BKN RI, Hj. Imas Sukmariah, S.Sos., M.A., menyampaikan bahwa Manajemen Talenta, baik dalam promosi maupun mutasi jabatan, merupakan tuntutan terhadap kualitas SDM ASN di Kabupaten Tabalong.
“Tidak hanya melihat kualifikasi dan kompetensi, tetapi juga kinerja, moralitas, dan integritas. Itu yang paling utama, karena tujuh program prioritas bupati sangat luar biasa dan menyentuh langsung masyarakat,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program Tabalong Smart tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi harus implementatif dan didukung oleh talenta-talenta ASN yang mumpuni, bukan sekadar bekerja untuk menggugurkan kewajiban.
Editor: Muhammad Tamyiz












