lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar meningkatkan status penanganan banjir dari siaga menjadi tanggap bencana tahap kedua yang bersifat berkelanjutan. Peningkatan status dilakukan seiring kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat dan ketinggian air yang terus bertambah di sejumlah wilayah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, Yudi Andrea, mengatakan dampak banjir saat ini semakin meluas sehingga diperlukan langkah penanganan yang lebih intensif.
“Status penanganan banjir dari siaga menjadi tanggap bencana tahap kedua yang bersifat berkelanjutan. Dampaknya sekarang makin luas, makanya statusnya ditingkatkan,” ujar Yudi, Senin (5/1/26).
Untuk mendukung kebutuhan warga terdampak, Pemkab Banjar menyiapkan tiga titik dapur umum yang tersebar di beberapa wilayah.
Dapur umum pertama berada di Kecamatan Sungai Tabuk dan dikelola oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan.
Dapur umum kedua berada di Martapura Barat yang dikelola oleh Brimob Polda Kalsel.
Sementara dapur umum ketiga berada di Martapura dan dikelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Banjar.
Sebelumnya, dapur umum ini berada di Martapura Timur, namun digeser agar cakupan layanan kepada warga terdampak banjir menjadi lebih luas.
Yudi memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak masih mencukupi. Bantuan logistik berasal dari Dinas Sosial dan BPBD Kabupaten Banjar, serta dukungan dari berbagai pihak.
“Stok logistik dari Dinsos dan BPBD tercukupi dan masih banyak bantuan yang akan masuk,” katanya.
Selain itu, Pemkab Banjar juga mendapat dukungan dari Kementerian Sosial RI berupa peralatan dapur umum. Bantuan tersebut akan diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Banjar.
“Kami juga mendapat bantuan dari Kementerian Sosial berupa peralatan dapur umum yang akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk memperkuat kesiagaan,” ujar Yudi.
Editor: Rizki












