lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Mengawali kalender kerja tahun 2026, Bupati Tanah Laut, H. Rahmat Trianto, menempatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) sebagai instansi pertama dalam daftar kunjungan prioritasnya.
Langkah mendadak ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sebuah sinyal kuat akan urgensi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di 11 kecamatan se-Tanah Laut.
Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Laut di Pelaihari menjadi tempat berkumpulnya ratusan ASN. Mulai dari jajaran birokrasi kantor hingga para guru yang bersentuhan langsung dengan siswa di lapangan, Rabu (14/01/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan sangat bergantung pada kekompakan tim. Ia secara terbuka mengajak seluruh jajaran Disdikbud setempar untuk menjalin komunikasi yang lebih cair dan tidak kaku.
”Kita adalah satu tim yang bersama-sama untuk membangun sesuai dengan tugas dan tanggungjawab kita yang telah diamanahkan. Supaya kerja itu nyaman saya ingin lebih kenal, yang penting saya sudah membuka diri mulai dari olahraga, media sosial, WhatsApp dan semuanya,” ujarnya.
Namun, akademik saja menurutnya tidak cukup. Ia menyoroti bahwa kecerdasan intelektual bukanlah segalanya jika tidak dibarengi dengan moralitas yang kuat.
”Saya menginginkan ke depannya putra-putri tanah Laut bisa tampil hebat, mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan karakter, adab, dan etika. Walaupun pintar tapi tidak memiliki etika, selesai sudah. Kita mesti bisa menempatkan diri,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tanah Laut, Myrza Fazrina, mengungkapkan keputusan untuk mendahulukan Disdikbud ternyata berawal dari pengamatan personal Bupati.
”Beliau menyampaikan bahwa ingin berkenalan, berkunjung, dan bersilaturahmi dengan seluruh SKPD. Sepertinya saya harus bertindak untuk pendidikan lebih dahulu, karena salah satu layanan dasar kita itu adalah pendidikan,” ungkap Myrza.
Hal yang paling menarik perhatian adalah cara Bupati memantau kondisi lapangan. Alih-alih hanya mengandalkan laporan tertulis, Bupati justru menemukan banyak kerusakan fasilitas sekolah saat ia menjalani hobinya berolahraga lari.
”Beberapa minggu yang lalu, beliau menyampaikan bahwa sarana dan prasarana harus ditingkatkan. Beliau kan hobinya lari, jadi sambil lari, sambil melihat kondisi sekolah-sekolah. Mulai dari PAUD hingga SMP masih perlu banyak perbaikan,” pungkasnya.
Kunjungan awal tahun ini diharapkan menjadi momentum bagi perbaikan sarana pendidikan di Tanah Laut, memastikan setiap siswa di PAUD hingga SMP, belajar di fasilitas yang layak demi masa depan yang lebih baik.
Editor: Rizki












