lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar melalui program Forum Komunikasi Budidaya Perikanan melakukan sosialisasi kepada para pembudidaya ikan terkait percepatan perizinan penggunaan air irigasi serta rencana pengeringan saluran irigasi, Sabtu (18/4/26).
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKPP Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan forum yang telah dibentuk sejak 2025 ini menjadi wadah koordinasi antara pemerintah dan pembudidaya, khususnya dalam menghadapi agenda pengeringan irigasi yang dijadwalkan pada September hingga Oktober mendatang.
“Pada bulan September sampai Oktober nanti akan dilakukan pengeringan selama kurang lebih 30 sampai 40 hari ke depan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat tiga kecamatan yang menggunakan air irigasi tersebut dan seluruhnya telah didata serta dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).
Menurutnya, pengeringan ini tidak hanya berdampak pada aktivitas budidaya, tetapi juga memiliki manfaat bagi keberlangsungan sistem irigasi. Di antaranya adalah pembersihan gulma serta pengangkatan sedimen yang dapat memperlancar aliran air.
Ia mengingatkan adanya risiko bagi pembudidaya jika tidak mengantisipasi jadwal pengeringan. Penebaran benih ikan sebelum masa pengeringan berpotensi menghambat pertumbuhan hingga menyebabkan kematian ikan yang berujung pada kerugian.
“Karena itu, kami sosialisasikan percepatan panen parsial agar risiko tersebut bisa diminimalisir,” jelasnya.
DKPP juga melakukan pembinaan dan pemantauan terhadap kesehatan ikan dan lingkungan budidaya, termasuk pengawasan kualitas air.
“Pengeringan ini memberikan manfaat, namun juga ada dampak yang mengharuskan adanya mitigasi risiko yang harus diantisipasi lebih awal,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Patarahan Tengah, Sardiansyah, mengaku pihaknya telah melakukan berbagai persiapan menghadapi pengeringan irigasi tersebut.
“Kami sudah menyiapkan mesin, pipa, serta melakukan pengecekan kolam yang bocor agar tidak menimbulkan kerugian besar,” ungkapnya.
Editor: Rizki


