lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai memperkuat strategi menarik investasi sebagai upaya menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah tekanan yang dihadapi sektor pertambangan batu bara. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta mempercepat kemudahan perizinan agar investor semakin tertarik menanamkan modal di Benua Etam.
Arahan tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud, menyikapi kondisi ekonomi global yang masih dinamis serta kebijakan pemerintah pusat yang membatasi kuota produksi batu bara melalui revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.
“Mari tingkatkan investasi dan kemudahan berusaha. Tolong dinas-dinas terkait jangan investasi dibikin sulit. Tolong buat mudah orang berinvestasi,” tegas Rudy Mas’ud saat memberikan arahan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (27/7/2026).
Menurutnya, Kalimantan Timur tidak dapat terus bergantung pada sektor sumber daya alam yang tidak terbarukan. Ketika industri batu bara mengalami tekanan akibat berbagai faktor, pertumbuhan ekonomi daerah pun ikut terdampak.
Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pengembangan sektor-sektor potensial yang mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru. Di antaranya industri manufaktur berbasis pertanian, perkebunan, dan perikanan yang dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan.
Selain itu, sektor pariwisata dan budaya juga dipandang memiliki peluang investasi yang menjanjikan. Gubernur menilai kolaborasi dengan daerah tujuan wisata seperti Bali dan Yogyakarta dapat memperkuat promosi pariwisata Kalimantan Timur.
Potensi kerja sama dengan maskapai penerbangan menuju Pulau Maratua di Kabupaten Berau juga dinilai penting untuk memperluas akses wisatawan. Keindahan gugusan Kepulauan Derawan dan Maratua diyakini mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim, Dr H Seno Aji, menekankan pentingnya penyajian informasi investasi yang lebih menarik dan mudah dipahami calon investor. Menurutnya, potensi daerah perlu dikemas dalam bentuk video visual yang informatif serta disajikan dalam bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin.
“Jangan sampai investor datang, tapi tidak ada penjelasan menarik dan bisa dimengerti. Akhirnya mereka pulang dan tidak kembali lagi,” ujar Seno Aji.
Ia menegaskan, peningkatan investasi menjadi kebutuhan penting agar struktur ekonomi Kalimantan Timur semakin beragam dan tidak terus bergantung pada sektor batu bara maupun minyak dan gas.
Editor : Tamyiz


