Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Ryan Utama mengatakan, upaya mendorong satu tahun pendidikan prasekolah sejalan dengan agenda pemerintah dalam menyiapkan generasi yang memiliki fondasi pendidikan dan karakter sejak usia dini.
“Anak-anak diharapkan dapat ikut satu tahun prasekolah sebelum masuk SD sehingga mereka lebih siap bersosialisasi, memiliki lebih banyak teman, dan mengenal lingkungan baru,” katanya.
Ryan mengatakan dukungan Dinas Pendidikan mencakup tiga aspek, yakni aksesibilitas, kualitas, dan keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, ia berharap kader Pokja PAUD, guru, dan tokoh masyarakat turut membantu menemukan anak-anak di lingkungan sekitar yang belum mengikuti pendidikan prasekolah agar dapat ditindaklanjuti.
Program Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah merupakan bagian dari kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang menempatkan satu tahun pendidikan prasekolah sebagai fondasi sebelum anak memasuki pendidikan dasar. Pemerintah mendorong perluasan akses, peningkatan mutu, serta penguatan layanan PAUD agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengikuti pendidikan prasekolah.
Melalui kampanye yang dilakukan dari kecamatan ke kecamatan, Bunda PAUD Kota Banjarmasin mendorong agar pesan mengenai pentingnya satu tahun prasekolah tidak berhenti sebagai kebijakan pemerintah, tetapi menjadi kesadaran bersama di tingkat keluarga dan masyarakat.
Kesiapan anak menuju SD, kata Neli, tidak semata-mata ditentukan oleh kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Kesiapan tersebut dibangun melalui kesempatan untuk bermain, belajar, bersosialisasi, berkomunikasi, mengenali diri, serta tumbuh dalam lingkungan yang mendukung.
Editor: Tim Redaksi


