lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport-8 tidak hanya berlangsung di sekitar lokasi tenggelamnya kapal. Tim SAR Gabungan juga menyisir sejumlah wilayah pesisir hingga Kalimantan Tengah.
Perkembangan terbaru pada Sabtu (26/9/2026) menunjukkan, enam paket berwarna hitam ditemukan di tiga wilayah berbeda yang masuk dalam area pencarian Kantor SAR Palangka Raya.
Tiga paket ditemukan di Kabupaten Sukamara, dua paket di Kabupaten Seruyan, dan satu paket lainnya ditemukan di Sungai Cabang, Pangkalan Bun.
Sementara di lokasi utama kecelakaan, Tim Selam Gabungan kembali melakukan penyelaman menggunakan KN SAR Pacitan. Penyelaman dilaksanakan dalam Sortie I hingga IV dan berlangsung hingga pukul 16.10 WITA.
Dari penyelaman tersebut, tim menemukan empat paket yang kemudian dibawa menuju KRI Gusti Ngurah Rai (GNR) untuk penanganan lebih lanjut.
Empat paket hasil penyelaman selanjutnya diterbangkan menggunakan HS Panther 1311. Pesawat tersebut mendarat di Lanud Syamsudin Noor pada pukul 18.18 WITA.
Seluruh temuan kemudian menjalani proses identifikasi dan penanganan sesuai prosedur.
Di tengah pencarian yang terus meluas, hingga Sabtu pukul 18.00 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan 172 orang terkait kecelakaan KM Virgo Transport-8.
Dari jumlah tersebut, 108 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan 64 orang ditemukan meninggal dunia.
Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengatakan, pencarian terhadap korban yang masih dinyatakan hilang akan terus dioptimalkan.
“Operasi SAR masih terus kami laksanakan secara maksimal. Setiap temuan akan segera dievakuasi dan ditangani sesuai prosedur. Fokus utama kami adalah menemukan korban yang masih dalam pencarian dan memberikan kepastian kepada keluarga,” ujar Kepala Basarnas.
Ia mengatakan koordinasi seluruh unsur SAR Gabungan terus diperkuat, termasuk dengan melakukan pencarian di wilayah yang berpotensi menjadi lokasi ditemukannya korban.
Operasi SAR masih dilanjutkan dengan mengerahkan personel, kapal, tim penyelam, serta berbagai sarana pendukung lainnya.
Editor: Muhammad Tamyiz


