lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Balangan masih menjadi perhatian serius. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan hingga awal September 2026, total lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 680 hektare. Dari jumlah tersebut, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 194 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menyebutkan bahwa luas area terdampak masih jauh lebih besar dibandingkan dengan area yang berhasil ditangani di lapangan.
“Data sementara menunjukkan sekitar 680 hektare lahan terbakar di Balangan, sementara yang berhasil dipadamkan baru sekitar 194 hektare,” ujarnya, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, proses penanganan karhutla di lapangan menghadapi sejumlah kendala teknis dan geografis. Sebagian besar titik api berada di wilayah gambut dan semak belukar yang sulit dijangkau oleh kendaraan pemadam, bahkan banyak lokasi yang tidak memiliki akses jalan memadai.
Baca juga: Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla, BPBD Balangan Petakan Langkah Teknis Pemadaman
Selain itu, kondisi musim kemarau yang cukup panjang menyebabkan sumber air di sekitar lokasi kebakaran ikut mengering. Hal ini membuat proses pemadaman hanya dapat dilakukan secara manual oleh petugas dan relawan, sehingga penanganan berlangsung lebih lambat.
“Di beberapa titik, petugas harus melakukan pemadaman manual karena keterbatasan air dan akses. Ini tentu memperlambat proses penanganan di lapangan,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang, BPBD Balangan tengah merancang penguatan infrastruktur sumber air di wilayah rawan karhutla, salah satunya melalui pembangunan sumur bor dangkal.
Program tersebut akan diprioritaskan di Kecamatan Batumandi dan Lampihong yang masuk kategori wilayah dengan risiko kebakaran tinggi. Diharapkan, keberadaan sumber air ini dapat mempercepat respons penanganan jika kebakaran kembali terjadi di masa mendatang.
Editor: Rizki


