lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Peta jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kembali berubah. Enam pejabat pimpinan tinggi (JPT) Pratama mendapat penugasan baru, mulai dari sektor kesehatan, sosial, pendapatan daerah hingga jajaran manajemen rumah sakit milik pemerintah.
Pergantian tersebut menjadi bagian dari pelantikan 49 pejabat yang dilakukan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (28/9/2026).
Enam pejabat JPT Pratama yang dilantik yakni Andi Muhammad Ishak sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dr Jaya Mualimin sebagai Kepala Dinas Sosial, Dasmiah sebagai Kepala Bapenda, dr Ariesanty Irawaty Marhabang sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD A. W. Sjahranie, Rosjidah Rahmawaty sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD A. W. Sjahranie, serta dr Nurliana Adrianti Noor sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Penempatan tersebut menempatkan sejumlah pejabat pada posisi yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik. Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial memiliki peran dalam pelayanan dasar masyarakat, sedangkan Bapenda berkaitan dengan pengelolaan pendapatan daerah.
Sementara itu, tiga pejabat lainnya mendapat posisi strategis di rumah sakit daerah, masing-masing di RSUD A. W. Sjahranie dan RSUD Kanujoso Djatiwibowo.
Di tengah pergeseran tersebut, Rudy Mas’ud memberikan penekanan khusus mengenai konsekuensi jabatan yang baru diemban. Menurutnya, jabatan tidak boleh dipandang sebagai hak atau ruang untuk mencari kenyamanan.
“Kami menegaskan jabatan bukanlah hadiah, jabatan bukanlah hak dan bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah amanah, jabatan adalah tanggung jawab sekaligus juga ujian daripada integritas,” ungkap Rudy.
Ia meminta pejabat yang baru dilantik tidak berhenti pada urusan administratif. Setiap pejabat dituntut mampu mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan dan memastikan kebijakan pemerintah daerah berdampak terhadap masyarakat.
“Kami tidak membutuhkan pejabat yang hanya pandai membuat laporan. Tapi kami betul-betul membutuhkan pejabat yang cepat mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah dan hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Rudy menyebut integritas, loyalitas kepada negara dan pemerintahan, serta profesionalisme sebagai tiga prinsip yang harus menjadi pegangan para pejabat.
Menurutnya, kinerja akan menjadi ukuran dalam menjalankan amanah setelah pelantikan. Pejabat yang menunjukkan prestasi akan diberikan ruang lebih besar, sementara mereka yang dinilai lambat dalam mengeksekusi tugas akan dievaluasi.
“Yang bermain-main dengan kewenangan kami tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan. Mari kita bangun birokrasi Pemprov Kaltim yang cepat, bersih, responsif dan berorientasi pada hasil. Jangan tunggu diperintah untuk bekerja dan jangan tunggu masalah menjadi besar baru bergerak,” tegasnya.
Rudy menjelaskan, pengisian jabatan tersebut merupakan bagian dari penerapan sistem merit berbasis manajemen talenta. Penugasan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas sesuai kebutuhan organisasi.
Ia juga meminta pejabat yang baru dilantik membangun komunikasi dan kekompakan di lingkungan kerja serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah.
“Jangan merasa jabatan adalah tujuan akhir. Justru jabatan adalah awal dari tanggung jawab. Kami meminta pejabat bekerja sendiri-sendiri, bangun kekompakan di lingkungan kerja, komunikasi yang baik dengan pimpinan dan bawahan serta kolaborasi lintas perangkat daerah,” pesannya.
“Kita bekerja dalam satu pemerintahan dan satu tujuan. Karena itu, kurangi ego sektoral dan perkuat semangat kolaborasi,” lanjut Rudy.
Ia menambahkan, soliditas korps ASN dan kualitas pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga. Sebab, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan semata posisi yang ditempati, melainkan pekerjaan yang dihasilkan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Yang pada akhirnya ukuran keberhasilan kita bukan semata-mata pada jabatan yang kita pegang, tetapi apa yang kita kerjakan dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.


