lenterakalimantan.com, TANJUNG – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kabupaten Tabalong menggelar wisuda Sekolah Lansia di Hotel Jelita, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada para peserta yang telah menyelesaikan pembelajaran di sekolah lansia. Program tersebut diharapkan dapat mendorong para lanjut usia (lansia) tetap aktif, mandiri, dan produktif.
Kepala Dinsos P3AP2KB Tabalong, Syam’ani, mengatakan wisuda kali ini diikuti 31 wisudawati dari dua sekolah lansia.
“Rinciannya, sebanyak 20 peserta dari Sekolah Lansia Karamunting di Desa Kapar, Kecamatan Murung Pudak, dan 11 peserta dari Sekolah Lansia Candi Alang di Kelurahan Agung, Kecamatan Tanjung,” ujarnya.
Menurut Syam’ani, keberhasilan program Sekolah Lansia tidak terlepas dari kolaborasi dan dukungan berbagai pihak. Dukungan tersebut melibatkan pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, Tim Penggerak (TP) PKK, pengelola sekolah, keluarga, hingga masyarakat luas.
Sementara itu, Bupati Tabalong, Muhammad Noor Rifani, menyambut positif pelaksanaan wisuda tersebut. Ia menilai Sekolah Lansia menjadi salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat lanjut usia di Tabalong.
“Semoga ke depannya semakin banyak lulusan sekolah lansia yang tetap memiliki kompetensi dan kemandirian di usia senja,” harap bupati yang akrab disapa Haji Fani tersebut.
Dorong Lansia Tetap Produktif
Ketua TP PKK Kabupaten Tabalong, Desi Suryanti Noor Rifani, juga mendorong para lansia untuk tetap aktif dan produktif. Ia mengaitkan upaya tersebut dengan program Gerakan Menanam di Pekarangan untuk Pangan Sehat, Mandiri, dan Produktif (Gempar Smart) yang belum lama ini diluncurkan TP PKK.
Menurutnya, keterampilan bercocok tanam dapat menjadi salah satu kegiatan yang diajarkan kepada peserta Sekolah Lansia. Selain mengisi waktu luang, kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong para lansia memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif.
“Harapannya, sekolah ini juga mengajarkan keterampilan seperti bercocok tanam. Dengan begitu, para lansia dapat mengisi waktu luangnya secara produktif dengan menanam di pekarangan rumah masing-masing,” pungkasnya.
Editor: Rizki


