lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud (Harum) mendorong Bankaltimtara meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing di tengah persaingan industri perbankan yang semakin terbuka. Kecepatan pelayanan, kemudahan akses, dan pendekatan langsung kepada nasabah menjadi perhatian utama yang harus dibenahi bank milik daerah tersebut.
Pesan itu disampaikan Gubernur Harum saat menghadiri perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-61 Bankaltimtara yang mengusung tema “Energi Baru, Terus Melaju”. Momentum tersebut menjadi pengingat agar bank daerah tidak hanya mempertahankan eksistensi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha yang terus berkembang.
Harum menilai, persaingan perbankan di Kalimantan Timur akan semakin menantang seiring masuknya pemain baru. Setelah Bank Jatim resmi beroperasi di Kaltim, kehadiran bank-bank lain berpotensi menambah persaingan dalam memperebutkan kepercayaan nasabah.
“Jumat lalu Bank Jatim resmi masuk ke Kaltim. Artinya, tidak lama lagi bisa masuk Bank Jateng, Bank DKI, dan Bank Jabar. Ini tantangan bagi kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah,” ungkapnya.
Menurut Harum, kondisi tersebut harus menjadi pemacu bagi Bankaltimtara untuk berbenah. Sebagai bank daerah yang telah berusia lebih dari enam dekade, Bankaltimtara dituntut menghadirkan pelayanan yang cepat, tepat, dan mampu memberikan pengalaman terbaik kepada masyarakat.
Ia menyoroti lamanya waktu pelayanan yang berpotensi membuat nasabah merasa tidak nyaman. Karena itu, peningkatan efisiensi dan pemangkasan waktu tunggu harus menjadi perhatian serius manajemen.
“Jangan ada istilah, masuk muda tapi saat keluar sudah tua. Sebab, proses pelayanan terlalu lama. Ini tantangan Bankaltimtara ke depan,” tegasnya.
Harum menekankan, nasabah harus ditempatkan sebagai prioritas. Bankaltimtara perlu membangun standar pelayanan berkualitas tinggi, termasuk melalui pendampingan personal, jalur prioritas, serta fasilitas yang memberikan kemudahan bagi nasabah.
“Nasabah kita ini harus mendapat kekhususan. Pelayanan kita harus prioritas setara bintang lima,” harapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelayanan prima bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan bagian dari tanggung jawab perbankan dalam menjaga kepercayaan masyarakat.
“Para nasabah kita itu perlu dimanjakan, perlu dilayani. Itu sudah menjadi kewajiban kita. Berikan mereka pelayanan yang premium,” tegas Gubernur Harum.
Selain membenahi pelayanan di kantor, Harum meminta Bankaltimtara mengoptimalkan strategi jemput bola. Langkah ini dilakukan dengan mendatangi nasabah dan pelaku usaha di sektor-sektor potensial serta prospektif di kabupaten dan kota se-Kalimantan Timur.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan perbankan sekaligus membuka peluang pembiayaan bagi pelaku usaha. Dengan begitu, keberadaan Bankaltimtara tidak hanya dirasakan oleh nasabah yang datang ke kantor, tetapi juga oleh masyarakat yang membutuhkan akses layanan keuangan secara lebih mudah.
Dalam perayaan HUT ke-61 tersebut, Bankaltimtara juga meluncurkan core value atau nilai utama perusahaan bertajuk IMPACT serta situs web baru. Direktur Utama Bankaltimtara Romy Wijayanto menjelaskan, IMPACT merupakan budaya kerja baru yang diperkenalkan untuk memperkuat kinerja organisasi.
“Melalui implementasi budaya ini, seluruh insan Bankaltimtara didorong untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat kerja sama antarunit demi menjaga kepercayaan masyarakat serta meningkatkan kinerja bank,” ujarnya.
Peluncuran tersebut menjadi bagian dari upaya pembaruan internal Bankaltimtara. Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan nilai-nilai yang diperkenalkan benar-benar diterapkan dalam pelayanan sehari-hari, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh nasabah.
Kegiatan perayaan juga diisi dengan penyerahan santunan kepada panti asuhan oleh Gubernur Harum, Wakil Gubernur Seno Aji, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Juhri, Direktur Utama, serta Komisaris Utama Bankaltimtara.
Hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, Deputi Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Bayu Adi Hardiyanto, pejabat OJK Kaltimtara Misyar Bonowisanto, perwakilan Forkopimda Kaltim, serta jajaran komisaris dan direksi Bankaltimtara.
Harum berharap Bankaltimtara terus tumbuh sebagai lembaga keuangan daerah yang sehat dan kuat, sekaligus mampu memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian masyarakat Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara melalui peningkatan kualitas pelayanan serta inovasi digital.
“Semoga Bankaltimtara semakin sehat, kuat, dan tumbuh bersama seluruh masyarakat Kaltim,” pesannya.


