Lenterakalimantan.com, SAMBOJA – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud berharap investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) mampu memperkuat perekonomian daerah sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja bagi masyarakat lokal.
Harapan itu disampaikan Rudy setelah peresmian Penerimaan Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha–South Hub di FPU Jangkrik, Muara Bakau, Samboja. Proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan sektor energi yang diharapkan semakin memperkuat posisi Kaltim sebagai salah satu penopang energi nasional.
Rudy menyampaikan apresiasi kepada jajaran SKK Migas, Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), dan Pertamina atas pengembangan fasilitas tersebut.
“Seperti harapan kita semua bahwa Kaltim benar-benar bisa menjadi sumber energi nasional,” ungkapnya.
Menurut Rudy, besarnya investasi di sektor migas harus memberikan manfaat nyata bagi daerah. Selain mendukung produksi energi nasional, pengembangan industri migas diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja lokal.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebut investasi proyek tersebut mencapai USD 841 juta atau setara sekitar Rp15,17 triliun. Investasi itu diperkirakan membuka lapangan kerja hingga 700 orang.
Bahlil juga mengungkapkan bahwa dirinya telah meninjau survei seismik 3D/4D Deepwater Kutai Basin yang mencakup kawasan seluas 12.000 kilometer persegi menggunakan Kapal Sovereign. Survei tersebut menjadi bagian dari upaya pencarian potensi cadangan migas baru.
Pengembangan sektor hulu migas juga diarahkan untuk mendukung proyeksi peningkatan produksi pada 2028–2029. Bahlil menyebut target produksi mencapai 3.000 MMSCMD dengan produksi kondensat sebesar 130.000 barel, sebagai bagian dari upaya mendukung target produksi minyak nasional sebesar 900.000 hingga 1 juta barel.
“Kita doakan eksplorasi ini bisa berkembang terus untuk mendapatkan cadangan-cadangan minyak baru, terlebih di Kaltim,” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada produksi migas, pemerintah juga berencana mengembangkan industri petrokimia di Kaltim. Sejumlah produk yang disiapkan antara lain amoniak, amoniak biru (blue ammonia), metanol, dan produk turunan lainnya dengan memanfaatkan gas dari FPU Jangkrik sebagai bahan baku.
“Kita hari ini terus berupaya mencari potensi-potensi energi untuk menuju swasembada energi,” pungkas Bahlil.
Usai rangkaian kegiatan di Kaltim, Bahlil melanjutkan agenda dengan meninjau proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sebelum kembali ke Jakarta melalui VIP Room Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Balikpapan.


