Ia mengibaratkan scam sebagai “jambret digital” karena dana korban dapat berpindah dalam waktu sangat singkat.
Djoko menegaskan bahwa penanganan penipuan harus disertai langkah pencegahan sejak dini. Masyarakat diimbau memeriksa kebenaran informasi dan tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keuntungan atau imbalan, terutama jika disertai permintaan data pribadi, akses rekening, nomor identifikasi pribadi (PIN), kata sandi, atau kode one-time password (OTP).
Peluncuran Program Banua Waspada Scam dilanjutkan dengan pelatihan petugas Helpdesk IASC Kecamatan. Pelaksanaan program ini didukung Surat Edaran Gubernur Kalimantan Selatan tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Penipuan Transaksi Keuangan (scam) melalui Program Banua Waspada Scam.
Surat edaran tersebut mendorong pemerintah kabupaten dan kota untuk memperkuat edukasi masyarakat, mengoptimalkan IASC sebagai saluran pelaporan, serta menugaskan petugas kecamatan guna membantu masyarakat mengakses mekanisme pelaporan.
Petugas Helpdesk IASC Kecamatan diharapkan mampu menjelaskan prosedur pelaporan, membantu masyarakat menyiapkan informasi dan bukti yang diperlukan, serta mendorong korban menyampaikan laporan sesegera mungkin melalui kanal resmi IASC.
BACA JUGA : Kursi Direksi Jamkrida Kaltim Masuk Tahap OJK, Dua Nama Disiapkan
Sementara itu, Gubernur Kalsel, yang diwakili Asisten Administrasi Umum, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Pemerintah kabupaten dan kota juga didorong segera membentuk Helpdesk IASC di wilayah masing-masing agar akses informasi dan pendampingan pelaporan penipuan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat kecamatan.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan pemerintah daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Satgas PASTI Daerah Kalimantan Selatan, instansi vertikal, perguruan tinggi, serta petugas kecamatan.
Petugas kecamatan dari Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala, dan Kabupaten Banjar mengikuti kegiatan secara langsung. Sementara itu, petugas dari sembilan kabupaten/kota lainnya mengikuti pelatihan secara daring.
Agus Maiyo menegaskan pentingnya kecepatan respons dan kolaborasi seluruh pihak dalam menghadapi penipuan transaksi keuangan.
“Scam bergerak cepat, maka respons kita harus lebih cepat. Dengan kolaborasi, kepedulian, dan tindakan yang nyata, kita wujudkan Kalimantan Selatan yang lebih waspada dan tangguh terhadap scam. Waspada Wahini, Aman Salawasan!” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


