LENTERAKALIMANTAN.COM, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud menegaskan komitmen mempercepat proses perizinan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Bumi Etam. Janji tersebut disampaikan di hadapan delegasi diplomatik dan pelaku usaha asing dalam upaya mendorong peluang investasi menjadi kerja sama konkret.
Rudy, yang akrab disapa Harum, menyatakan pemerintah daerah siap memberikan dukungan agar proses birokrasi tidak menjadi penghambat bagi investor. Ia menekankan, kepercayaan dunia usaha harus dijawab dengan pelayanan profesional dan proses perizinan yang berjalan secepat mungkin.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Welcome Dinner Mahakam Investment Forum 2026 di Pendopo Odah Etam, Samarinda, Selasa (20/10/2026) malam.
“Kami sangat berharap bisa berbagi peluang bersama. Investasi ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kepercayaan investor harus dibalas dengan pelayanan profesional. Jika diperlukan perizinan, kami akan memberikan dukungan agar proses birokrasi berjalan secepat mungkin,” tegas Harum.
Komitmen percepatan perizinan menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Pemprov Kaltim kepada calon investor. Pemerintah daerah berharap kemudahan pelayanan dapat mendorong minat penanaman modal, sekaligus membuka peluang ekonomi yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
Di hadapan para delegasi, Harum turut menawarkan keunggulan Kaltim dari sisi geografis dan sumber daya alam. Kaltim dilalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, salah satu jalur perdagangan internasional, serta memiliki potensi batu bara dengan produksi sekitar 330 juta metrik ton per tahun.
Selain itu, sektor minyak dan gas disebut berkontribusi sekitar 30 persen terhadap produksi nasional. Potensi perkebunan kelapa sawit, termasuk produk crude palm oil (CPO) dan turunannya, juga menjadi sektor yang ditawarkan untuk dijajaki investor.
Dua hal yang ingin didorong pemerintah daerah adalah pengenalan potensi ekonomi Kaltim dan kepastian pelayanan bagi pihak yang berminat berinvestasi. Namun, realisasi komitmen percepatan perizinan tersebut akan menjadi bagian penting dalam menarik investor dari tahap penjajakan menuju pelaksanaan usaha.
“Kami ingin bekerja sama lebih jauh. Pertemuan dan pertukaran gagasan dalam Mahakam Investment Forum 2026 ini diharapkan berlanjut menjadi kerja sama, sehingga investor dari negara-negara sahabat tertarik menanamkan modalnya di Bumi Etam,” pungkasnya.
Mahakam Investment Forum 2026 digagas Pemprov Kaltim bekerja sama dengan Bank Indonesia. Kegiatan tersebut dihadiri Duta Besar Republik Belarus untuk Indonesia Raman Ramanouski, Duta Besar Bangladesh untuk Indonesia Abdul Hasan Mridha, serta delegasi dari Tunisia, Spanyol, Hong Kong, Filipina, dan negara-negara sahabat lainnya.
Turut hadir Anggota Komisi VI DPR RI Hj Sarifah Suraidah Harum, Wakil Gubernur Kaltim Dr H Seno Aji, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kaltim Jajang Hermawan, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, Asisten Pemkesra Setda Kaltim AM Fitra Firnanda, Kepala DPMPTSP Fahmi Prima Laksana, Kepala Diskominfo Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata M Faisal, Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurrahmadhani, serta tamu undangan lainnya.


