lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Harga telur di pasar Takpandang Berseri Pelaihari masih bertahan diharga Rp 31 perkilogram. Ada juga sebagian pedagang pengecer menjual diharga perkilo Rp 32 ribu.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Perdagangan (Diskopdag) Tanah Laut, Syahrian Nurdin , mengatakan, Senin ( 29/8) tingginya harga telur di pasar Pelaihari sudah berlangsung beberapa hari ini, tidak biasanya harga telur ini naik signifikan.
“sebelum ada kenaikan, harga telur di pasaran perkilo kisaran Rp 25 ribu itu sudah paling tinggi,”katanya.
Syahrian Nurdin katakan, melonjaknya harga telur di prediksi atau diperkirakan, adanya biaya produksi yang meningkat. Seperti kenaikan harga pakan, obat -obatan, vitamin pembesaran ayam.
“Produsen bisa menyesuaikan harga produksi dengan harga jual,”ucapnya.
Ia katakan, peran Diskopdag Tala sendiri cukup memantau distribusi telur yang masuk di Pelaihari.
Melihat ketersediaan telur di Pelaihari cukup tersedia atau tidak, meskipun harga saat ini memang tinggi.
” Kewenangan Diskopdag, melihat distribusi ketersediaan telur di pasar , apakah lancar atau tidak,”pungkasnya.


