lenterakalimantan.com, PELAIHARI – H Muhammad Aqli atau yang biasa disapa Guru Aqli, diamankan Askar Arab Saudi, pada malam hari waktu setempat.
Guru Aqli diamankan di lokasi Masjidil Haram Makkah al Mukarramah, pada November 2022 lalu.
Waktu diamankan Askar Arab Saudi, Guru Aqli masih mengenakan pakaian Ihram dan tanda pengenal berupa id card jemaah umrah.
“Iya bapak masih memakai pakaian ihram dan tanda pengenal id card jemaah umrah, saat diamankan Polisi (askar) Arab Saudi,” kata Ustaz Syarwani Ahmad anak pertama dari H Muhammad Aqli, kepada lenterakalimantan.com, saat di rumah orang tuanya, Rabu (8/2/2023).
Ustaz Syarwani menuturkan, pascadiamankan orang tuanya oleh Askar Arab Saudi, pihak keluarga tidak tahu persis, apa kesalahan yang diperbuat oleh Guru Aqli waktu itu.
Syarwani Ahmad mengaku, hanya mengetahui awal mula Guru Aqli terpisah dari rombongan, sedang melakukan tawaf wada (tawaf perpisahan). Sedangkan jemaah umrah yang lain menunggu di tempat terpisah.
Setelah beberapa jam Guru Aqli ditunggu, namun tidak kunjung datang kembali ke rombongan.
“Saya dan ibu mulai merasa khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang menimpa kepada bapak dan memutuskan untuk mencari ke mana-mana tapi tidak ditemukan juga,” katanya.
Menurutnya, karena waktu perjalanan umrah sudah habis di Arab Saudi, jemaah umrah memutuskan untuk kembali ke Indonesia.
Sebelum kembali ke Indonesia, pihak keluarga sudah meminta bantuan semua pihak, termasuk teman dari Guru Aqli yang tinggal di Arab Saudi untuk mencari keberadaannya.
“Pertama dapat kabar bahwa bapak ditemukan pas sudah sampai di Surabaya, yang memberi kabar Muhammad Hasan Basri, biasa disebut H Bagar temannya bapak,” tuturnya.
Ustaz Syarwani mengatakan, kabar terbaru orang tuanya pasca diamankan Askar Arab Saudi, saat ini dalam kondisi baik dan hampir tiap hari memberi kabar melalui telepon.
“Hampir tiap hari ada telepon dari bapak memberi kabar keadaan di tahanan Arab Saudi, paling lama menelpon 2 menit, Alhamdulillah kabarnya dalam keadaan baik, untuk segala kebutuhan makan pun terpenuhi,” ujarnya.
Ustaz Syarwani mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu persoalan hukum yang menimpa orang tuanya di Arab Saudi.
“Saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih ke semua pihak yang telah membantu. Termasuk pemerintah daerah yang sudah memberi perhatian dan bantuannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, kasus ini sudah ditangani pihak Kedutaan Besar RI di Arab Saudi serta beberapa pengacara di sana.
Keluarga mohon doa semua pihak, kasus hukum ini bisa diselesaikan Guru Aqli bisa kembali berkumpul keluarga di Desa Banua Raya, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan.


