lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) sejak 1 Januari sampai dengan 18 September 2023 data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop) BPBD Tala kebakaran lahan tercatat ada sekitar 227 kejadian kebakaran, dengan luasan lahan 488,67 hektare.
Kasi Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Tala, Bakti Purwanto mengatakan secara rinci, kepada lenterakalimantan.com, Selasa (19/9/2023).
Kecamatan Bajuin ada 4 kejadian kebakaran lahan, luas 6 hektare. Kecamatan Bati-Bati 58 kejadian kebakaran lahan, luas 133 hektare. Kecamatan Batu Ampar 1 kejadian kebakaran lahan, luas 1,5 hektare.
Selanjutya, Kecamatan Kintap 14 kejadian kebakaran lahan, luas 28,75 hektare. Kecamatan Kurau 13 kejadian kebakaran lahan 22 hektare. Kecamatan Panyipatan 21 kejadian kebakaran lahan, luas 33,75 hektare. Kecamatan Pelaihari 44 kejadian kebakaran lahan, luas 58,67 hektare.
Kecamatan Takisung 17 kejadian kebakaran lahan, luas 52,5 hektare. Kecamatan Tambang Ulang 50 kejadian kebakaran lahan, luas 151,5 hektare dan Kecamatan Bumi Makmur 5 kejadian kebakaran lahan, luas 1 hektare.
Menurut Bakti, lahan yang paling sulit dilakukan pemadaman oleh tim pemadam Karhutla saat terjadinya kebakaran, yakni lahan bondong yang ada di wilayah Kecamatan Bati-Bati dan Gunung Raja Kecamatan Tambang Ulang
“Lahan bondong sulit dilakukan pemadaman selain medannya juga potensi kebakaran bisa dua kali terjadi karena api munculnya dari bawah semak belukar bondong tersebut,” katanya.
Bakti bersyukur, memasuki bulan September 2023 kebakaran lahan sudah mulai berkurang. Beda dari bulan-bulan sebelumnya kejadian Karhutla kerap terjadi hampir tiap hari.
“Paling tinggi terjadinya kebakaran lahan pada bulan Agustus,” pungkasnya.


