lenterakalimantan.com, PARINGIN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Balangan menyalurkan bantuan bagi korban kebakaran dari pemerintah daerah, melalui Dinas Sosial di Kompleks Maritam, Kelurahan Paringin Kota, Kecamatan Paringin.
Pasca-kebakaran yang menghanguskan sedikitnya 12 buah rumah, membuat Ketua TP PKK Balangan Sry Huriyati bergerak langsung ke lokasi, untuk menemui warga yang menjadi korban terdampak kebakaran.
Saat bertemu dengan para korban, Ketua PKK Balangan menyampaikan rasa simpatik yang mendalam atas peristiwa yang terjadi, dengan harapan, bantuan yang disalurkan bisa meringankan beban bagi mereka.
“Atas peristiwa ini, semoga warga yang menjadi korban diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menerima ujian, bantuan yang disalurkan mungkin tidak seberapa dibandingkan dengan dampak akibat peristiwa ini,” ucap perempuan yang notabennya sebagai istri dari Bupati Balangan.
Di sela-sela penyerahan bantuan, Kepala Dinas Sosial Balangan, Ribowo, mengungkapkan dari musibah kebakaran ini, sebanyak 27 kepala keluarga yang kehilangan tempat tinggal.
“Dari 12 buah rumah yang terbakar, dihuni sebanyak 27 kepala keluarga dengan 57 jiwa,” jelasnya.
Terkait bantuan, salah seorang korban menyampaikan, rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian pemerintah daerah bagi warga yang sedang kesusahan, khususnya bagi warga yang menjadi korban kebakaran di Komplek Maritam.
“Bantuan yang diberikan sangat diperlukan dalam kondisi ini, sebagai korban kami mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang sudah menyalurkan bantuan, meskipun barang berharga banyak yang tidak bisa diselamatkan, beruntungnya tidak sampai menelan jiwa,” beber Iswan.
Musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (27/4/2024) sekitar pukul 13.50 wita, terjadi begitu cepat, lantaran angin yang bertiup cukup kencang disertai cuaca panas, sementara material rumah sebagian besar terbuat dari kayu.
Diketahui, lokasi kebakaran memang berada diarea padat penduduk, juga terdapat sejumlah bedakan atau rumah sewa, sementara akses menuju Gang Maritam sendiri berada di seberang Pasar Paringin, sehingga memungkinkan hanya bisa dilalui oleh satu mobil, sehingga armada pemadam kebakaran kesulitan masuk ke lokasi titik kebakaran saat peristiwa terjadi.
Menurut salah satu saksi mata, Iwan (39) menuturkan bahwa, saat peristiwa terjadi proses pemadaman mengandalkan mobil tangki dan air sumur milik warga sekitar.
“Para armada kebakaran secara bergantian memasuki titik api, lantaran gang yang dilewati terlalu sempit, sementara untuk proses pemadaman mengandalkan mobil tangki dan sumur warga,” ucapnya kepada lenterakalimantan.com, Kamis (2/5/2024).


