BLK Provinsi Kalsel Gelar Program Pelatihan Menjahit Pada Ibu-ibu Aisyiyah Desa Panggung Tala

BLK Provinsi Kalsel Gelar Program Pelatihan Menjahit Pada Ibu-ibu Aisyiyah Desa Panggung Tala.
BLK Provinsi Kalsel Gelar Program Pelatihan Menjahit Pada Ibu-ibu Aisyiyah Desa Panggung Tala.

lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kalsel, Balai Latihan Kerja Provinsi Kalsel menggelar Program Pelatihan Menjahit Pakaian Dasar kepada 16 orang Ibu-ibu Aisyiyah Kabupaten Tanah Laut.

Pelatihan tersebut dilaksanakan di Taman Kanak-kanak (TK) Aisyiyah Bustanul Athfal, Desa Panggung Kecamatan Pelaihari dengan tujuan untuk memunculkan dan menciptakan pengusaha kecil dan menengah di Kabupaten Tanah Laut.

Plt Kasubag Tata Usaha pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalsel Yulisna Rachmiah, mengatakan kegiatan ini dilaksanakan selama 22 hari dan setiap pelatihannya diikuti sebanyak 16 orang.

“Pelatihan ini sudah dilaksanakan beberapa kali, sebelumnya dilaksanakan di HST, Kabupaten Banjar dan habis ini di Banjarmasin,” sebutnya, Kamis (23/9) siang.

Selanjutnya Yulisna menjelaskan selama pelatihan para peserta akan dibimbing oleh satu instruktur dari BLK UPTD Kalsel, karena pelatihan ini bersifat Mobile Training Unit (MTU).

“Saat penutupan nanti seluruh peserta wajib menggunakan pakaian yang mereka buat selama mengikuti pelatihan,” tuturnya.

Salah satu Anggota DPRD Kalsel Zulfa Asma Vikra, ikut mengatakan pelatihan ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat agar bisa terlaksana dengan baik.

“Pelatihan-pelatihan seperti ini tidak dilakukan di Kabupaten Tanah Laut saja, tetapi juga dilakukan di 13 Kabupaten/Kota se Kalsel,” jelasnya.

Politikus dari Partai Demokrat ini menjelaskan pelatihan ini terlaksana atas kerjasama antara BLK UPTD Kalsel dengan Legislatif dalam hal ini DPRD Provinsi Kalsel.

“Insya Allah kegiatan seperti ini akan kembali dilaksanakan di Tanah Laut, yaitu Desa Batu Ampar dan Kurau pada bulan November nanti,”terangnya.
Zulfa.

Salah satu peserta pelatihan Sya’inah Arana mengaku sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini, karena bisa mengisi waktu kosong selepas pensiun menjadi guru.

“Semoga pelatihan ini bisa menambah wawasan dan mengembangkan keterampilan saya dalam menjahit, khususnya pada membuat baju,”tandasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.