lenterakalimantan.com, PARINGIN – Minimnya kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta ekonomi, menjadi faktor utama yang melatar belakangi pengaruh buruk perilaku hidup bersih.
Sementara Pemkab Balangan, melalui Dinas PUPR Perkim, program Basalaman dari Bupati Abdul Hadi dianggap mampu meubah Kabupaten Balangan, menjadi kabupaten ODF (Open Defection Free)
Hal ini disampaikan Kepala Dinas PUPR Perkim Balangan, Rahmadiah, Senin (15/7/2024).
“Minimnya pengetahuan, ditambah keterbatasan kemampuan ekonomi masyarakat, untuk membangun fasilitas sanitasi yang layak, intinya pengelolaan limbah manusia merupakan hal yang penting bagi lingkungan saat ini, tanpa adanya pembuangan limbah yang baik, lingkungan bisa tercemar zat berbahaya melalui air limbah,” ungkapnya.
Ia mengakui bahwa, masih banyak masyarakat di Kabupaten Balangan, buang air besar dengan sembarangan, tanpa memikirkan faktor lingkungan, hal ini menjadi isu penting untuk direspon dan ditanggulangi untuk tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Sustainable Development Goals, SDDs, nomor 6, telah menargetkan akses air dan sanitasi secara universal 2030, dengan target tersebut, berarti semua orang mendapatkan akses kualitas air bersih yang aman, untuk diminum atau mencuci, akses terhadap sanitasi dan kebersihan diri, dipastikan mereka memiliki kehidupan yang sehat,” kata Rahmadiah.
Rahmadiah menjelaskan, urusan sanitasi di Balangan, tentunya sesuai dengan upaya rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) Balangan 2021-2026, dari data yang ada, masih banyak masyarakat yang melakukan praktik buang air besar sembarangan (BABs) yakni 4,51 persen, atau sekitar 5.719 jiwa, dan masih rendahnya akses sanitasi aman (0,49 persen).
“Meski persentase penduduk yang dapat mengakses air limbah dasar dan layak mencapai angka 91,88 persen, namun tangki septiknya jauh dari standar di tahun 2022, berdasarkan RKPD Kabupaten Balangan untuk pembangunan sanitasi mencapai angka 92,75 persen di 2022 dan untuk 2023 di angka 93,76 persen,” jelasnya.
Dia menambahkan, melalui inovasi Basalaman (Balangan Sanitasi Layak dan Aman), merupakan program unggulan dari Bupati Abdul Hadi, dengan target penyelesaian jumlah masyarakat yang menggunakan tangki septik, harus sesuai standar, ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik terhadap akses sanitasi yang layak, untuk menyukseskan program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) 2024.
“Rencana ini, juga bertujuan untuk mengatasi masalah stunting di Kabupaten Balangan, inovasi Basalaman ini diharapkan mampu mengakselerasi penuntasan sanitasi yang tidak layak dan aman di Balangan di 2025,” pungkasnya.


