lenterakalimantan.com, PARINGIN – Untuk menuju gerbang nasional penurunan angka stunting, Bupati Balangan Abdul Hadi bersama warganya memimpin deklarasi desa bebas stunting pertama di Indonesia, di Lapangan Sepak Bola Desa Lok Batung, Kecamatan Paringin, Senin (22/7/2024).
Saat deklarasi, Bupati Abdul Hadi, menyampaikan bahwa Kabupaten Balangan pernah menjadi daerah tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), di 2020 angka stuntingnya mencapai 25,78 persen, meski Balangan masih dalam usia muda, pihaknya menunjukkan bahwa Balangan mampu.
“Dengan tekad yang kuat, serta didasari dengan kesungguhan, ditambah kolaborasi semua pihak, alhamdulillah di 2021 angka stunting menurun secara signifikan, yakni 17,91 persen, tahun 2022 menurun lagi menjadi 14,91 persen, dan tahun 2023 turun lagi menjadi 14,61 persen, meskipun penurunannya melambat, hanya terjadi 0,30 persen, kita tetap optimis di akhir 2024, dapat mengejar target nasional di 14 persen,” beber orang nomor satu di Balangan itu.
Ia juga mengatakan, pemerintah daerah sudah menyadari, dan melakukan evaluasi atas lambatnya penurunan angka stunting di Bumi Sanggam, pemerintah daerah juga telah menyusun rencana untuk mengambil langkah-langkah efektif dalam percepatan penurunan stunting.
“Kita berupaya melakukan percepatan realisasi desa-desa bebas stunting di Kabupaten Balangan, dengan adanya desa bebas stunting seperti di Lok Batung, Paringin ini, tentu akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam pencapaian target terkait penanganan dan pencegahan stunting,” kata Bupati Abdul Hadi.
Terkait hal ini, Kepala Desa Lok Batung, Akhmad Irfan, kepada lenterakalimantan.com menyampaikan, kerberhasilan desa yang dia pimpin dalam mengatasi stunting, tentu memerlukan kerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari desa hingga ke kabupaten untuk selalu menjalin komunikasi.
“Perhatian pemerintah daerah sangat luar biasa terhadap warganya, di mana setiap bulan Bupati Abdul Hadi bagi-bagi susu untuk balita, bukan hanya itu, ibu-ibu hamil juga mendapatkan perhatian, melalui susu yang dibagikan, sehingga asupan gizi, vitamin dan nutrisi bisa tercukupi,” ungkapnya.
Sebagai seorang kepala desa, Akhmad Irfan mengaku bahwa, keberhasilan desanya berstatus sebagai desa bebas stunting, merupakan hasil dari buah kerjansama, kolaborasi antar berbagai pihak, sehingga hal ini dapat terwujud.
“Kami siap mendukung dan memfasilitasi pemerintah daerah untuk bersama-sama melaksanakan program daerah, maupun program nasional, salah satunya yakni target dari Bupati Abdul Hadi, untuk masuk 10 besar tingkat nasional penurunan angka stunting,” jelas Kepala Desa Lok Batung, Kecamatan Paringin, di sela-sela kegiatan deklarasi berlangsung.
Kegiatan deklarasi desa bebas stunting ini, selain didukung warga Balangan, juga didukung oleh ratusan kepala desa, beserta lurah yang ada di Kabupaten Balangan, dan seluruh jajaran Forkopimda, tak lupa, kegiatan ini, juga didukung oleh salah satu perusahaan tambang batu bara terkemuka di Indonesia.


