lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, mencatat angka kekerasan pada anak meningkat pertengahan pada Juli 2024.
Plt Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak pada DP2KBP3A, Pahimah, mengatakan peningkatan kasus kekerasan terhadap anak menjadi 38 kasus.
“Peningkatan terjadi 10 kasus terhadap perempuan dan 28 kasus anak,” kata Pahimah di sela acara Jambore Forum Anak Daerah (FAD) dilaksanakan selama tiga hari, Selasa (23/7/2024).
Sebagian besar kasus yang ditangani oleh Pahimah, yakni kekerasan seksual kepada anak, pelecehan seksual ada juga kasus anak minum-minuman keras.
“Untuk kasus anak yang minuman keras bergabung dengan orang dewasa,” ucapnya.
Meski pendampingan di kasus ini tidak seberat dengan pelecehan seksual, namun penting dilakukan pendampingan dengan pihak keluarga.
“Dimaksud pendampingan anak ini, supaya tidak terjebak lebih jauh anak tersebut melakukan hal negatif,” ujarnya.
Pahimah menambahkan, pada 2024 ini didominasi kasus yang ditanganinya yakni kekerasan terhadap anak.
“Kekerasan terhadap anak di Tala masih tinggi,” pungkasnya.
Sebagai informasi, banyak kasus kekerasan seksual pada anak belum lama ini mulai terungkap ke publik.
Salah satu dugaan kasus terjadi pencabulan terhadap anak terjadi di Pelaihari, yang menjadi korbanya tiga anak di bawah umur.
Selain itu kasus lain, seperti penemuan jasad bayi di daerah Tambang Ulang, dan Penemuan bayi di Musala di Panyipatan.


