lenterakalimantan.com, KOTABARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotabaru melaksanakan kegiatan Festival Budaya dan Permainan Tradisional dengan tema “Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan dan mempertahankan seni budaya dan permainan tradisional sebagai warisan budaya dan identitas Nasional”.
Kegiatan dilaksanakan di gedung Mahligai GOR Semayap Kotabaru, Selasa (6/8/2024) pagi.
Acara festival ini dibuka oleh TP PKK Hj Fatma Idiana, didampingi asisten 1 Setda H Minggu Basuki, Staf Ahli Bupati, Zainal Arifin, Kadisdikbud H Selamet Riyadi, Kemenag Kotabaru dan undangan lainnya.
Kegiatan festival budaya dan permainan tradisional di mulai 6 – 7 Agustus 2024 diikuti sebanyak 580 orang terdiri peserta dari siswa tingkat, SD, SMP, SMA sederajat, sebanyak 220 orang, tenaga pendidik dan kependidikan 311 orang dan Panitia/juri/wasit sebanyak 49 orang .
Adapun lomba yang dipertandingkan seperti untuk festival seni budaya tahun 2024 terdiri lomba baca puisi (SD/sederajat), melukis (SD), menyanyi solo (SMP/sederajat), teater (SMP/ sederajat).
Untuk lomba tradisional seperti lomba balogo (tenaga pendidik dan kependidikan), Bakiak, lari balok, dan ketapel (tenaga pendidik dan kependidikan). Karya tari kreasi diikuti kelompok tari dari siswa SMP/SMA sederajat se-Kabupaten Kotabaru.
Kadis Dikbud H Selamet Riyadi mengatakan tujuan kegiatan festival budaya dan lomba tradisional merupakan dalam rangka memeriahkan hari anak nasional dan HUT RI ke 79 tahun 2024 sekaligus menjadi ajang kreativitas bagi siswa dan tenaga pendidik untuk mengembangkan minat bakat dan bidang seni budaya dan permainan tradisional yang masih berlaku di masyarakat.
“Dengan adanya festival ini dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya melestarikan dan merawat ,menjaga mengembangkan budaya warisan leluhur sebagai bagian dari identitas nasional,” katanya.
Seluruh pemenang pada kegiatan inj mendapatkan piala piagam penghargaan serta uang pembinaan.
Untuk sumber dana kegiatan ini dari anggaran Disdikbud Kotabaru pada bidang kebudayaan 2024.


