lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pj Bupati Tabalong Hj Hamida Munwarah mengajak seluruh komponen di daerah setempat untuk dapat menanamkan budaya patuh pajak.
Ajakan tersebut Pj Bupati Hamida sampaikan saat acara Tax Gathering dan Forum Konsultasi Publik oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tanjung, Kabupaten Tabalong, di Hotel Aston Tanjung, Kamis (12/9/2024).
“Melalui kesempatan ini kami mengajak semua komponen masyarakat Wajib Pajak untuk dapat menanamkan budaya patuh pajak, terutama bagi instansi pemerintah,” kata Pj Bupati Hamida.
Menurutnya, pengawasan perpajakan ini juga menjadi tugas bersama. Karena tanpa pajak, pembangunan tidak akan dapat berjalan.
“Tentunya kita bangga bahwa daerah kita menjadi lebih maju dari segi infrastruktur dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Di samping itu Pj Bupati Hamida pun turut mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah patuh atas perpajakan, karena pendapatan pajak tersebut pada akhirnya kembali kepada daerah dalam bentuk dana bagi hasil hingga dana desa.
Sementara, Kepala KPP Pratama Tanjung Ki Mulyono Purwo Wijoyo, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai ungkapan terima kasih dan apresiasi kepada para stakeholder terkait dan perorangan atas kontribusi dan dukungan wajib pajak kepada negara.
Selain itu, lanjut Mulyono kegiatan ini juga merupakan kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada para wajib pajak khususnya di wilayah kerja KPP Pratama Tanjung.
“Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para wajib pajak dan para pemangku kepentingan yang telah mensupport kami secara luar biasa sehingga kami berhasil dan bisa melaksanakan tugas yang telah diamanahkan dengan baik,” ungkap Mulyono.
Kemudian sebagai rasa syukur KPP Pratama Tanjung pun memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak wajib pajak terbaik, yang telah memberikan kontribusi secara optimal sebagai bentuk pemenuhan kewajiban konstitusional sebagai warga negara.
Terpisah, Kepala Kanwil DJP Kalselteng, Syamsinar menerangkan bahwa saat ini sektor-sektor utama dari wilayah Kalimantan Selatan, yaitu pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar 37,44 persen, perdagangan besar dan eceran 25,05 persen.
Lalu sektor pengangkutan dan pergudangan 12,84 persen, administrasi pemerintahan 9,99 persen dan industri pengolahan 2,92 persen.
“Saat ini sektor penyumbang pajak terbanyak di wilayah Kalsel yaitu dari sektor pertambangan dengan angka 37,44 persen, khusus di wilayah Tanjung adalah PT Adaro Indonesia yang hampir mencapai 70 persen dari target KPP setempat,” jelas Syamsinar.


