lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Calon bupati (cabup) Tanah Laut (Tala) Haji Rahmat angkat bicara terkait dengan persoalan di masyarakat Desa Karangrejo, Kecamatan Jorong.
Warga setempat beramai-ramai membuat portal guna jalan desa tidak rusak hancur oleh angkutan tambang batu bara yang melintas di jalan tersebut.
Portal sudah terpasang di jalan Desa Karangrejo untuk mencegah kendaraan pengangkut tambang yang melintas.
Perlu diketahui jalan akses Karangrejo ini bisa menembus ke jalur Pelabuhan.
“Saya pernah berkomunikasi dengan masyarakat trans 300 sekitar dua bulan lalu, memang memprihatinkan dengan masih adanya perusahan tambang batu bara yang masih menggunakan jalan-jalan desa,” katanya, Minggu (3/11/2024).
Haji Rahmat berkomitmen bila mana dirinya diamanahkan menjadi bupati Tala. Sesuai janjinya kepada warga trans 300 Karangrejo, tidak ada lagi yang berani menggunakan jalur desa dan dilarang menggunakannya.
“Silakan penambang sesuai izin dari kementerian pusat gunakan jalan hauling yang sudah ada. Jangan menggunakan jalan-jalan desa. Jika masih ada akan kami tertibkan dan tegaskan bersama rekan kepolisian,” tegasnya.
Ia bilang, tidak memberi ampun bagi penambang batu bara yang menggunakan jalan kabupaten, pihaknya akan memerintah langsung dilarang tegas untuk tidak menggunakan jalan tersebut.
“Kami malah akan mengimbau kepada aparat pemerintah di kecamatan di Jorong untuk ikut serta membantu pemerintah jangan masyarakat saja yang bekerja, namun hendaknya tingkat desa untuk peduli bisa bekerja sama,” ujarnya.
Sebab Kabupaten Tala, kata Haji Rahmat, tidak bisa dikerjakan oleh aparat-aparat keamanan saja namun perlunya kerja sama dengan masyarakat untuk bisa menghentikan kegiatan-kegiatan ilegal.
“Persoalan di Desa Karangrejo sudah dua bulan lalu kami dengar dan berdialog dengan tokoh masyarakat dan pemuda di sana. Kami mendengarnya sangat memprihatinkan dan sekarang diulang kembali membawa hasil tambang lewat jalan desa,” pungkasnya.


