lenterakalimantan.com, KUTAI BARAT – Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud (Harum), mengawali langkah besar menuju swasembada pangan dengan membuka secara resmi Pekan Daerah XI Kontak Tani-Nelayan Andalan (PEDA XI KTNA) di Taman Budaya Sendawar, Sabtu (21/6/2025).
Acara yang akan berlangsung hingga 27 Juni ini mempertemukan ribuan peserta dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Mengusung tema besar peningkatan produksi dan daya saing petani-nelayan, ajang ini menjadi panggung strategis mendorong transformasi sektor pangan di Kalimantan Timur.
Gubernur Harum menyatakan dengan tegas, swasembada pangan bukan sekadar target, melainkan kebutuhan mendesak dalam menjaga kedaulatan dan ketahanan negara.
“Pangan bukan sekadar urusan logistik. Ini soal kedaulatan, soal kemerdekaan. Negara maju harus menjamin pangan rakyatnya aman dan cukup,” tegas Harum di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Untuk mendorong kesejahteraan petani, Pemerintah Provinsi menetapkan harga gabah kering sebesar Rp6.500 per kilogram dan memastikan penjemputan hasil panen oleh Bulog langsung di lokasi produksi.
Namun, tantangan besar masih membayangi. Produksi beras lokal Kaltim pada 2024 hanya mencapai 145.209 ton—jauh dari kebutuhan tahunan yang menyentuh angka 364.855 ton.
“Kita masih defisit lebih dari 200 ribu ton. Artinya, kita sangat bergantung pada pasokan dari luar,” ujar Gubernur Harum prihatin.
Ia pun memberi perhatian khusus kepada kepala daerah untuk segera membuka lahan-lahan pertanian produktif. Swasembada pangan bukan lagi pilihan, melainkan kewajiban.
“Dari seluruh provinsi di Kalimantan, hanya kita yang belum swasembada. Ini harus jadi pelecut semangat,” ujarnya.
Dalam momentum ini, Harum juga mengungkapkan rencana aksi besar: perluasan lahan pertanian seluas hampir 14.000 hektare di enam wilayah, termasuk Kutai Timur, PPU, Kukar, Berau, Samarinda, dan Paser. Program ini masuk dalam gerakan Brigade Pangan 2025 dan ditarget rampung dalam enam bulan ke depan.
PEDA XI ini tak sekadar seremoni. Terdapat pula pameran pertanian, ekspo produk lokal, hingga pelatihan bagi para pelaku agribisnis. Total 1.700 peserta terlibat aktif selama sepekan pelaksanaan acara.
Acara ini juga dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Kutai Barat, Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Ketua Umum KTNA Nasional Yadi Sofyan Noor, serta jajaran Forkopimda dan OPD Kaltim.
Editor: Muhammad Tamyiz


