lenterakalimantan.com, KOTABARU – Kualitas jembatan penghubung di Desa Tanjung Samalantakan Kecamatan Pamukan Selatan Kabupaten Kotabaru disorot wakil rakyat setempat.
Suriyah Anggota DPRD Kotabaru menyebutkan jembatan ini tak terselesaikan dengan baik. Padahal pemerintah sudah maksimal menganggarkan.
“Pemerintah daerah sudah beberapa kali menganggarkan, baru bisa terlaksana tapi justru tidak selesai. Ini harus jadi pelajaran,” kata Suriyah di kotabaru, Selasa (22/04/2025).
Ia bilang beberapa kali dianggarkan, baru terealisasi di tahun 2024. Sayang pekerjaan fisik tidak sesuai harapan, lantaran kontraktor pekerjaan dianggap tak bonafide.
Berkac pengalaman ini Suriyah menekankan pentingnya sikap lebih selektif dari pemerintah daerah dan SKPD teknis dalam menentukan rekanan atau pihak ketiga.
“Banyak kontraktor hanya mengandalkan uang muka 30 persen tanpa memiliki kemampuan modal kerja yang memadai,”paparnya.
Terapi begitu terima 30 persen, langsung kerja. Tapi setelah uang muka habis, pekerjaan berhenti total. Ini yang terjadi di Tanjung Samalantakan,”kata dia.
Ke depan, kontraktor yang hanya bisa bekerja dengan modal uang muka sebaiknya tidak dipilih lagi. Bukan soal uang muka semata, tapi soal komitmen dan kapabilitas.
Proyek jembatan tersebut dianggarkan sebesar Rp17 miliar. Dengan nilai sebesar ini, Suriah menilai tidak cukup jika dikerjakan asal-asalan.
Belum lagi kondisi di lapangan, pembangunan tidak bisa selesai dalam dua tahun apabila tidak didukung perencanaan dan pengawasan yang matang.
“Masukan dari kepala desa sangat kami perlukan. Ini penting sebagai bentuk pengawasan dan kontrol bersama terhadap pelaksanaan program. Setelah dianggarkan, tugas kita adalah memastikan program tersebut menyentuh hingga ke pelosok desa,” tutupnya.
Editor : Tim Redaksi


