lenterakalimantan.com, TANJUNG – Bupati Tabalong, H. Muhammad Noor Rifani, menyapa langsung warga Desa Paliat, Kecamatan Kelua, dalam program “Bunga Desa” (Bupati Begana di Desa), Senin (4/8/2025) sore. Kegiatan ini menjadi sarana dialog antara pemerintah daerah dan masyarakat, sekaligus meninjau layanan serta menyerahkan sejumlah bantuan.
Dalam kunjungannya, Bupati Rifani meninjau beragam layanan yang digelar di lokasi, seperti makan bergizi gratis, perpustakaan keliling, pasar murah, pembayaran pajak daerah, pelayanan kesehatan dan KB gratis, serta jemput bola pelayanan administrasi kependudukan. Ia juga meresmikan prasasti kantor desa dan melakukan penanaman jagung di lahan seluas 2 hektare sebagai bagian dari program ketahanan pangan.
Bupati turut menyerahkan bantuan secara simbolis, antara lain alat dan mesin pertanian (alsintan), sembako, bantuan Rumah Sehat untuk Rakyat Tidak Layak Huni (RS-RTLH), serta beasiswa untuk siswa berprestasi.
Camat Kelua, Fariduddin, melaporkan capaian pelaksanaan tujuh program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Tabalong, di antaranya program 1 Desa 1 WiFi, pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan tambahan anggaran APBDes Perubahan 2025 sebesar Rp300–400 juta, serta alokasi beasiswa untuk 671 anak berprestasi dengan nilai Rp400–500 ribu per anak.
Untuk program pencetakan tenaga kerja terampil, telah disiapkan anggaran bagi 775 orang, dengan 69 orang telah mengikuti pelatihan dari anggaran induk. Selain itu, program layanan home care dari dua puskesmas telah berjalan hingga 70 persen, dan program Bela Tani menjangkau 122 petani berdasarkan data Silangkarr.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rifani menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pertanian di wilayah selatan. Salah satu langkah konkret adalah pengadaan excavator amphibi guna menormalisasi anak sungai agar lahan rawa kembali produktif.
“Alat ini akan kami gunakan untuk menormalisasi anak-anak sungai, sehingga lahan rawa lebak bisa kembali ditanami dan indeks pertanian meningkat,” jelas Rifani.
Ia optimistis, program tersebut dapat mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan mengatasi kemiskinan di wilayah selatan.
“Insyaallah, kemiskinan bisa teratasi dengan kerja sama yang baik. Petani juga harus semangat dan rajin. Dengan program seperti cetak sawah, kami yakin pendapatan petani akan meningkat,” pungkasnya.
Editor : Tim Redaksi


