lenterakalimantan.com, TANJUNG – Kabupaten Tabalong genap berusia 60 tahun pada 1 Desember 2025. Dalam peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-60 Kabupaten Tabalong, tema “Kolaborasi, Sinergi, dan Inovasi untuk Tabalong Smart” diusung sebagai semangat di momen pertambahan usia daerah tersebut.
Momentum Harjad tahun ini semakin bermakna dengan capaian gemilang program prioritas 15.000 Tenaga Kerja Terampil, yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Tabalong. Terlebih dalam mendukung program prioritas Tabalong SMaRT (Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan).
Hingga akhir tahun ini, Disnaker Kabupaten Tabalong bersama UPTD BLK telah berhasil mencatatkan sejarah dengan meluluskan ribuan tenaga kerja. Capaian itu menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kesejahteraan dan penyerapan tenaga kerja di sektor industri maupun wirausaha mandiri.
Optimalisasi Peningkatan Kualitas SDM Lokal
Belum setahun program ini berjalan, Disnaker Kabupaten Tabalong telah mencatatkan prestasi monumental dalam upaya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.
Melalui implementasi progresif salah satu program prioritas 15.000 Tenaga Kerja Terampil, Pemerintah Kabupaten Tabalong ini juga berhasil meluluskan ratusan tenaga kerja bersertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang kini tersebar di berbagai sektor. Mulai dari sektor industri, jasa, hingga wirausaha.
Tercatat Disnaker dan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), LPK Mitra, dan perusahaan industri terbilang telah membuahkan hasil yang signifikan untuk melatih ribuan masyarakat.
Plt. Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto, menjelaskan bahwa capaian ini adalah bukti komitmen serius pemerintah daerah terhadap kualitas SDM.
”Kami sangat bangga dengan capaian yang tercatat hingga akhir tahun ini. Ratusan tenaga kerja yang tersertifikasi BNSP adalah indikator nyata bahwa pelatihan yang kami selenggarakan, didukung fasilitas memadai dan instruktur kompeten, mampu menghasilkan SDM Tabalong yang benar-benar siap kerja, siap usaha, dan siap bersaing,” ujarnya.
Hady menyebut, program mencetak 15.000 Tenaga Kerja Terampil ini terus berada di jalur yang benar menuju target besar di tahun 2030. Yaitu memastikan Tabalong memiliki SDM yang terampil, tersertifikasi, dan berdaya saing.
Masifnya Pelatihan dan Manfaat bagi Masyarakat Tabalong
Pelaksanaan program sepanjang tahun 2025 telah membawa manfaat transformatif. Dampaknya melampaui sekadar angka pelatihan dan sertifikasi, menyentuh langsung pada peningkatan keterampilan dan kesejahteraan keluarga.
“Peserta kini menguasai keterampilan yang relevan dengan pasar kerja, mulai dari Operator Alat Berat, Mekanik Otomotif, Teknisi Listrik, K3 Umum, hingga Design Graphic dan Tata Boga. Pelatihan ini juga menumbuhkan etos kerja dan kedisiplinan yang tinggi,” terangnya.
Selain itu, dari pelatihan yang diadakan ini juga telah melahirkan usaha mandiri melalui pelatihan Wirausaha Baru (WUB). Seperti menjahit, kuliner, dan frozen food, yang kini berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Kemudian ditambah tenaga kerja siap pakai di sektor industri dan jasa. Sebanyak 73 orang telah bekerja pasca-pelatihan, menjadi bukti keberhasilan Disnaker dalam menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan SDM lokal.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi yang kuat antara Disnaker dengan berbagai pihak. BLK Tabalong telah menjalin kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui MoU perusahaan-perusahaan besar. Seperti PT CONCH South Kalimantan Cement, PT Saptaindra Sejati (SIS), PT Admana, dan PT Demitra Karsa Perdana A5.
“Sejumlah perusahan tersebut aktif terlibat dalam pemagangan, rekrutmen, dan penyerapan tenaga kerja di bidang operator, teknisi, welder, dan security,” ucapnya.
Program 15.000 Tenaga Kerja Terampil untuk Transformasi Kehidupan Masyarakat
Hady menuturkan, program 15.000 Tenaga Kerja Terampil bukan hanya tentang memenuhi target angka. Tetapi tentang transformasi kehidupan masyarakat.
“Kami melihat langsung bagaimana lulusan kami kini bekerja di perusahaan besar seperti PT CONCH dan PT SIS. Bahkan ada yang berhasil mendirikan usaha mandiri, menciptakan lapangan kerja baru di desa mereka,” tuturnya.
Kolaborasi erat dengan LPK dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BNSP memastikan kualitas pelatihan sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).
Kerja sama dengan Dinas Perindustrian, Dinas Koperasi dan UKM, serta Dinas Pendidikan memperkuat ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif, dari hulu (pelatihan) hingga hilir (pembinaan usaha dan penempatan).
Memasuki periode strategis berikutnya, Disnaker Tabalong telah merancang rencana ambisius untuk memperkuat capaian program dan meningkatkan adaptabilitas tenaga kerja terhadap tuntutan global. Seperti peningkatan sarana-prasarana pelatihan di UPTD BLK dan kapasitas instruktur menjadi prioritas untuk mendukung pelatihan yang lebih modern dan efektif.
Selanjutnya, pengembangan sistem berbasis digital untuk pendataan, pelaporan, dan pemantauan tenaga kerja akan meningkatkan akurasi data dan transparansi layanan ketenagakerjaan. Ditambah dorongan perluasan kerja sama sertifikasi internasional untuk membuka peluang bagi tenaga kerja Tabalong di pasar kerja ekspor.
Pemkab Tabalong dan Target Lahirnya 5.000 Wirausaha Muda Baru
Pihaknya telah menargetkan lahirnya 5.000 wirausaha muda baru dan penciptaan tenaga kerja ekspor melalui pelatihan kewirausahaan, digitalisasi usaha, dan kemitraan global.
”Ke depan, sinergi dengan DUDI dan BLK akan terus diperkuat. Kami berkomitmen untuk tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga 5.000 wirausaha muda baru pada periode berikutnya. Serta memastikan Tabalong memiliki SDM yang unggul dan berdaya saing global,” jelasnya.
Secara keseluruhan, program 15.000 Tenaga Kerja Terampil telah menjadi motor penggerak transformasi sosial-ekonomi di Kabupaten Tabalong. Termasuk memastikan daerah ini memiliki SDM yang profesional, mandiri, dan siap memenangkan persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
Pentingnya Peran Dinkes Tabalong Wujudkan Pelayanan Prima

Selain peran Disnaker dalam mendukung program mencetak 15.000 tenaga terampil, tidak kalah pentingnya Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong terus berkontribusi dalam memberikan layanan yang prima untuk kesehatan masyarakat.
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Tabalong, Husin Ansari, menyatakan melalui program “Tabalong Pasti Sehat”, pemerintah hadir di tengah masyarakat untuk melayani dengan sepenuh hati.
”Komitmen kami adalah mendukung terwujudnya Tabalong Pasti Sehat sebagai fondasi Tabalong Smart. Kehadiran kami harus proaktif dan menjangkau setiap rumah tangga, terutama bagi warga dengan keterbatasan,” ujarnya.
Husin memaparkan, sepanjang tahun 2025 ini terdapat tiga program prioritas yang menggambarkan keberhasilan kolaborasi dan inovasi lintas sektor. Pertama, cakupan Universal Health Coverage (UHC) tercatat 100 persen.
“Dinkes bekerjasama dengan pemerintah daerah dan BPJS Kesehatan, berhasil mencapai UHC lebih dari 100 persen. Capaian ini menjamin seluruh masyarakat Tabalong memperoleh akses terhadap layanan kesehatan tanpa hambatan finansial,” paparnya.
Kemudian ada Layanan Kesehatan ke Rumah (Home Care). Program ini merupakan bentuk kehadiran proaktif tenaga kesehatan kepada lansia, penyandang disabilitas, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.
“Hingga 4 November 2025 tadi, capaian layanan home care kumulatif telah mencapai 17.497 kali atau 85,64 persen,” jelasnya.
Lanjut Husin, ada sedikit bantuan biaya untuk pendamping pasien yang merawat keluargnya di rumah sakit. Program kebijakan daerah ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap beban sosial-ekonomi masyarakat.
“Per tanggal 4 November 2025, program ini telah membantu keluarga pasien dengan memberikan bantuan dana kepada 490 pendamping pasien,” terangnya.
Penguatan Sistem Pelayanan Dasar Kesehatan
Dinkes Tabalong juga aktif memperkuat sistem pelayanan dasar, salah satunya Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG).
“PKG ini untuk masyarakat umum dan anak sekolah, dengan capaian 13.506 orang hingga awal November 2025,” ucapnya.
Kemudian, Dinkes Tabalong belum lama tadi menghadirkan layanan Public Safety Center (PSC) 119. Masyarakat Tabalong secara luas mendapatkan respons cepat dari penanganan kasus kegawatdaruratan medis dari layanan ini.
Dari sejumlah layanan gratis yang dijalankan oleh Dinkes untuk kesejahteraan kesehatan masyarakatnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong pun meraih penghargaan Terbaik II atas capaian pemeriksaan gratis tertinggi se-Kalsel baru-baru tadi.
Editor: Rizki


