lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Desa Jelapat II, Kecamatan Mekarsari, Kabupaten Barito Kuala, dikenal sebagai sentra Nanas Tamban sekaligus ruang hidup masyarakat dengan dinamika sosial dan ekonomi yang terus berkembang. Aktivitas warga serta potensi lokal turut membentuk keseharian desa di tengah arus perubahan.
Bertolak dari kondisi tersebut, Lembaga Pers Mahasiswa Inilah Tempat Rakyat – (minus) Omongan (LPM INTR-O) memilih Desa Jelapat II sebagai lokasi pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan (DIKLAT) LPM INTR-O Tahun 2025/2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada 12–18 Januari 2026 dan berfokus pada pembelajaran jurnalistik berbasis lapangan.
DIKLAT tersebut diikuti oleh Calon Anggota LPM INTR-O yang menjalani rangkaian pendidikan, pelatihan, serta praktik jurnalistik secara langsung di lingkungan pedesaan. Mengusung tema “Menapak Makna Bersama, Berpijak pada Realita”, kegiatan ini menekankan pendekatan jurnalistik yang berangkat dari fakta lapangan.
Selama tujuh hari, peserta tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat Desa Jelapat II. Mereka melakukan observasi serta mengumpulkan data melalui peliputan berbagai aktivitas warga yang kemudian diolah menjadi karya jurnalistik. Proses tersebut mencakup penulisan, penyuntingan, hingga evaluasi karya secara berlapis dengan pendampingan dari bina damping dan redaktur lapangan.
DIKLAT merupakan agenda wajib tahunan LPM INTR-O sebagai bagian dari tahapan pembentukan Calon Anggota sebelum ditetapkan sebagai Anggota Magang. Rangkaian kegiatan diawali dengan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) sebagai bekal awal, kemudian dilanjutkan dengan peliputan lapangan di desa.
Selama pelaksanaan, peserta melakukan peliputan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat Desa Jelapat II, mulai dari perekonomian desa, relasi sosial, hingga potensi lokal. Proses ini mendorong peserta membangun komunikasi dengan warga, mengelola data lapangan secara sistematis, serta menyajikan informasi secara bertanggung jawab dalam bentuk karya jurnalistik.
Salah satu peserta DIKLAT, Nida Haipa, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berkesan. “Proses belajarnya menyenangkan. Kami belajar menulis, wawancara, hingga membaur dengan masyarakat,” ujarnya dalam wawancara langsung, Senin (19/1). Ia menambahkan bahwa kegiatan DIKLAT juga membantu membangun kepercayaan diri dan kedekatan antarpeserta.
Dari sisi masyarakat, Kepala Desa Jelapat II, Sairaji, menilai kehadiran peserta LPM INTR-O memberikan dampak positif bagi desa.
“Kegiatan ini membantu memperkenalkan kondisi Desa Jelapat II, termasuk potensi ekonomi dan sosial yang kami miliki, kepada masyarakat di luar desa,” tuturnya dalam wawancara daring, Selasa (20/1).
Ia berharap hasil liputan tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dalam pengembangan potensi desa.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua Pelaksana DIKLAT LPM INTR-O 2025/2026, Muhammad Shaleh, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi media pembelajaran jurnalistik internal, tetapi juga sarana untuk mengangkat potensi desa. “Sebagai hasil dari proses pembelajaran, LPM INTR-O akan menghadirkan karya jurnalistik yang mendokumentasikan dan memperkenalkan potensi Desa Jelapat II kepada khalayak yang lebih luas,” ujarnya dalam wawancara langsung, Rabu (21/1).
Ia menambahkan, seluruh hasil peliputan akan dimuat dalam Majalah INTR-O Edisi 14 yang dapat diakses melalui laman resmi INTR-O Realita (introrealita.com/majalah-intro/).
Sementara itu, Pemimpin Umum LPM INTR-O, Muhammad Aldi, berharap pengalaman selama DIKLAT dapat menjadi bekal bagi Anggota Magang ke depan.
“Pengalaman lapangan selama DIKLAT diharapkan mampu membentuk kepekaan, kemampuan adaptasi, serta tanggung jawab dalam kerja jurnalistik,” pungkasnya.
Ia juga mendorong keberlanjutan proses pembelajaran dan estafet keorganisasian LPM INTR-O dengan tetap mengedepankan realitas sebagai basis organisasi.
Editor : Tim Redaksi


