lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala) mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan menggandeng Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala).
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui program beasiswa bertajuk “Satu Desa Satu Lulusan Perguruan Tinggi”, yang menyasar 135 pemuda dari 135 desa di seluruh wilayah Kabupaten Tanah Laut.
Program ini disosialisasikan dalam kegiatan yang digelar di Aula Gedung Kuliah Terpadu Politala, Rabu (28/1/2026). Kolaborasi tersebut ditegaskan tidak sekadar sebagai bantuan pendidikan, melainkan sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.
Langkah ini semakin istimewa mengingat Politala merupakan politeknik peringkat ke-5 terbaik nasional versi Webometrics per Agustus 2025. Melalui sinergi ini, Pemkab Tala berupaya memastikan anak-anak desa memperoleh pendidikan vokasi berkualitas tanpa terkendala biaya.
Wakil Bupati Tanah Laut, H. Muhammad Zazuli, menegaskan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi berperingkat nasional tersebut merupakan investasi nyata bagi masa depan daerah.
“Pemerintah Kabupaten Tanah Laut meyakini bahwa kemajuan daerah sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia,” ujar Zazuli.
Program beasiswa ini menawarkan fasilitas yang dinilai melampaui standar beasiswa nasional, termasuk KIP Kuliah. Selain pembebasan biaya pendidikan secara penuh, mahasiswa juga akan menerima bantuan biaya hidup yang cukup besar.
Direktur Politala, Meldayanoor, menjelaskan bahwa penerima beasiswa akan dibebaskan dari pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus.
“Pertama, mahasiswa bebas biaya UKT sehingga kuliah gratis hingga lulus. Kedua, mendapatkan biaya hidup atau living cost sebesar Rp1.500.000 per bulan, lebih besar dibandingkan KIP Kuliah,” jelasnya.
Dengan total bantuan biaya hidup mencapai Rp9.000.000 per semester, mahasiswa diharapkan dapat fokus pada proses perkuliahan dan peningkatan prestasi akademik tanpa terbebani persoalan finansial.
Program ini dikhususkan bagi lulusan SMA atau sederajat yang berasal dari keluarga kurang mampu. Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, pihak kampus menetapkan sejumlah persyaratan khusus.
“Calon penerima harus telah menetap paling sedikit dua tahun di desa setempat dan melampirkan surat keterangan tidak mampu dari desa atau kelurahan,” ungkap Meldayanoor.
Pendaftaran program beasiswa ini dijadwalkan dibuka secara daring mulai 2 hingga 28 Februari 2026. Program tersebut diharapkan menjadi peluang emas bagi pemuda desa di Tanah Laut untuk mengenyam pendidikan tinggi berkualitas.
Editor: Muhammad Tamyiz


