lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) menargetkan penyerapan gabah dan beras dari petani di wilayah tersebut mencapai 22.532 ton setara beras sepanjang 2026.
Target tersebut terdiri atas penyerapan gabah sebanyak 10.221 ton dan beras 17.340 ton.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kalsel, Muhammad Akbar Said, menyatakan optimistis target tersebut dapat tercapai sebagaimana realisasi pada tahun-tahun sebelumnya.
“Apalagi dengan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri yang secara bersama-sama melakukan pemantauan ke daerah-daerah sentra panen. Saya percaya penyerapan gabah dan beras di Provinsi Kalsel bisa kembali optimal seperti tahun lalu,” ujarnya.
Berdasarkan hasil koordinasi dan pemantauan di lapangan, puncak panen di mayoritas wilayah Kalsel diperkirakan terjadi pada Maret hingga April 2026. Meski demikian, sejumlah daerah seperti Tanah Bumbu, Tanah Laut, dan Barito Kuala (Batola) telah memasuki masa panen dan hasilnya mulai diserap oleh Bulog Kalsel.
Bulog juga mengimbau petani untuk segera melapor apabila menemukan harga gabah di tingkat lapangan turun atau dibeli di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.
Petani dapat menyampaikan laporan ke kantor Bulog terdekat, penyuluh pertanian, maupun Bintara Pembina Desa (Babinsa), agar gabah dapat diserap sesuai harga pembelian pemerintah (HPP).
“Ini sebagai upaya bersama agar tidak ada lagi gabah petani yang dijual di bawah Harga Pembelian Pemerintah sebesar Rp6.500 per kilogram,” tegasnya.
Editor : Tim Redaksi


