lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menanam sebanyak 6.600 bibit mangrove di Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu sekaligus wujud nyata upaya pemulihan lingkungan pesisir.
Penanaman mangrove yang dilakukan di lahan seluas dua hektare tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan (PDASRH) Kementerian Kehutanan RI, Muhammad Zainal Arifin, Staf Khusus BPOM RI Hj. Andi Arinawati Arsyad, artis ibu kota Kaka Slank, serta unsur Forkopimda.
Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menegaskan bahwa penanaman mangrove merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi serta melindungi habitat biota laut.
Ia juga menyoroti potensi ekonomis tanaman mangrove yang telah dimanfaatkan oleh pelaku UMKM setempat.
“Akar hingga buah mangrove sangat bermanfaat. Kulitnya bisa dijadikan pewarna pakaian, buahnya dapat diolah menjadi sirup, bahkan bijinya bisa menjadi kopi yang digemari masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove.
Sementara itu, Sekretaris Dirjen PDASRH Kementerian Kehutanan RI, Muhammad Zainal Arifin, menjelaskan bahwa jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizophora dan Avicennia.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu dalam mendukung rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).
“Ekosistem mangrove memiliki kemampuan penyerapan karbon lima kali lebih besar dan kapasitas penyimpanan karbon hingga 20 kali lipat dibandingkan ekosistem darat,” jelasnya.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan RI, Kabupaten Tanah Bumbu saat ini memiliki luas ekosistem mangrove sekitar 5.200 hektare, dengan potensi pemulihan mencapai 5.900 hektare. Upaya rehabilitasi ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian target nasional Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur TNI, Polri, pemerintah daerah, sektor swasta, serta kelompok tani rehabilitasi mangrove yang aktif dalam pelestarian lingkungan pesisir Tanah Bumbu.
Foto: Wawancara Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif didampingi Sekretaris Dirjen PDASRH Kementerian Kehutanan RI Muhammad Zainal Arifin, Staf Khusus BPOM RI Hj. Andi Arinawati Arsyad, Kaka Slank, dan Forkopimda.
Editor: Muhammad Tamyiz


