lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kepala desa se-Kabupaten Tanah Laut mengikuti kegiatan retret selama tujuh hari di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut dinilai memberikan banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan serta tata kelola pemerintahan desa.
Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Tanah Laut yang juga Kepala Desa Gunung Raja, Samsiar, mengatakan para kepala desa merasa bangga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami semua bangga mengikuti retret ini karena mendapatkan banyak ilmu dari para pengajar di IPDN,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).
Selama retret, peserta mendapatkan berbagai materi, mulai dari penguatan kepemimpinan, manajemen pemerintahan, hingga strategi pembangunan desa berkelanjutan. Selain itu, suasana disiplin khas IPDN turut memberikan pengalaman baru bagi para peserta.
Menurut Samsiar, kegiatan tersebut membuka wawasan baru dalam menjalankan roda pemerintahan di desa, sekaligus meningkatkan kepercayaan diri kepala desa dalam mengimplementasikan program pembangunan.
“Banyak ilmu yang kami dapat, terutama dalam hal kepemimpinan dan pengelolaan pemerintahan desa. Ini sangat bermanfaat untuk kami terapkan di daerah masing-masing,” katanya.
Selain mengikuti materi di IPDN, para kepala desa juga melakukan kunjungan ke Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Desa tersebut dikenal sebagai pelopor desa digital di Jawa Barat, dengan penerapan teknologi dalam sektor pertanian (smart farming) serta pelayanan publik.
Melalui inovasi digital, Desa Cibodas mampu meningkatkan hasil panen hingga 50 persen, sekaligus mengembangkan potensi desa wisata dan UMKM berbasis digital. Pemanfaatan website BUMDes juga dinilai mampu mendorong penjualan produk pertanian hingga menghasilkan pendapatan puluhan juta rupiah.
Pengalaman tersebut, kata Samsiar, akan menjadi referensi untuk pengembangan desa digital di Tanah Laut.
“Konsep desa digital seperti ini akan kita coba terapkan di Tanah Laut. Saat ini sudah direncanakan di sekitar 60 desa, dan diharapkan bisa meningkatkan pendapatan desa ke depan,” pungkasnya.
Editor: Rizki


