lenterakalimantan.com, AMUNTAI – Peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-74 Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Sabtu (2/5/2026), tidak hanya menjadi ajang seremonial pembangunan, tetapi juga mencerminkan kuatnya kerukunan antarumat beragama di daerah tersebut.
Suasana kebersamaan dan saling menghormati tampak dalam rangkaian perayaan yang berlangsung di Amuntai. Nilai toleransi yang terjaga dinilai sebagai hasil dari peran pemerintah daerah bersama masyarakat dalam merawat keberagaman.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga, termasuk dari kalangan minoritas. Salah seorang jemaat Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Amuntai, Eva, mengaku merasakan suasana yang inklusif selama ini.
“Kami tidak merasa dibedakan. Pelayanan yang diberikan sama, dan kami juga merasa diperhatikan,” ujarnya.
Menurut Eva, komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah berjalan terbuka. Dukungan terhadap kegiatan keagamaan juga dinilai cukup responsif, sehingga menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah.
“Kami merasa menjadi bagian dari daerah ini dan siap berkontribusi dalam pembangunan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Ketua GKE Amuntai, Pdt. Mira Andayani. Ia menilai hubungan antara pemerintah daerah dan tokoh lintas agama berjalan baik, sehingga menciptakan suasana kondusif di tengah keberagaman.
“Semoga kebersamaan dan toleransi ini terus terjaga dan semakin diperkuat,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi ke-74 ini menjadi momentum untuk menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada penguatan nilai sosial, termasuk toleransi dan kebersamaan.
Dengan kondisi tersebut, Kabupaten Hulu Sungai Utara dinilai memiliki fondasi sosial yang kuat untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan. ADV
Editor: Tim Redaksi


