lenterakalimantan.com, BARABAI – Minimnya anggaran dana untuk pelayanan pengelolaan sampah masyarakat, tak membuat Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (LHP) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) berdiam diri.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, kreatifitas dan inovasi dilakukan dengan memanfaatkan barang bekas.
Barang rongsokan yang teronggok di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Desa Telang, Kecamatan Batangalai Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah pun dimanfaatkan. Rongsokan kontiner yang dibuang ke TPA tersebut dipungut kembali. Kemudian didaur ulang untuk difungsikan lagi.
Caranya, dengan cara memperbaiki, mengelas dan mengganti bahan yang rusak.
“Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan kontiner angkutan sampah,”Kata Plt Kepala Dinas Lingkungan Hiudp dan Perhubungan HST, Mursyidi, Kamis (10/3/2022).
Proses perbaikan pun dilakukan sendiri oleh tim mekanik yang tergabung dalam pasukan oranye. Menurut MUrsidi, sudah ada 7 kontiner rongsokan yang berhasil diperbaiki dan digunakan kembali seperti barang baru.
“Total kontiner rongsokan yang kami pungut di TPA Telang ada 11. Sisanya masih tahap pengerjaan,” Katanya.
Dijelaskan, selama ini jumlah kontiner yang dimiliki Dinas LHP belum mencukupi untuk melayani angkutan sampah di seluruh kecamatan. Jumlah armada angkutan truk amroll sendiri ada 9 unit, ditambah 9 dump truk.
Melalui inovasi dan kreatifitas memanfaatkan barang bekas tersebut, ditargetkan seluruh kecamatan memiliki kontiner, tiap hari truk amroll bisa melayani pengangkutan sampah masyarakat ke TPA. Disebutkan, dengan penambahan titik layanan angkutan sampah di tiga kecamatan yang sebelumnya tak terlayani karena taka da kontiner, bisa dipenuhi. Adapun kecamatan tersebut, yaitu Haruyan, Hantakan dan Batubenawa.
Selain itu, pembuatan kontiner baru dari rongsokan tersebut, juga untuk menambah 3 titik pelayanan di Desa Kasarangan (untuk membackup 4 desa), Ponpes Ibnul Amin Pamangkih Putri dan Desa Tabudarat Hulu yang juga membackup empat desa.
“Target kami berikutnya, adalah Kecamatan Pandawan, Kecamatan Limpasu dan beberapa lokasi prioritas lainnya, Untuk Pantai Hambawang, Kecamatan Labuanamas Selatan sudah selesai,” Kata Mursyidi.
Menurut Mursyidi, ide melakukan inovasi dan kreatifitas memanfaatkan barang bekas tersebut, seltelah melihat banyak kontiner di TPA teronggok menjadi barang tak berguna.
Padahal, besi-besinya sebagian masih kokoh dan bisa dimanfaatkan kembali, bagian yang masih bisa dipakai. Dengan cara tersebut, pihaknya bisa mengatasi masalah kekurangan kontiner, bahkan menghemat anggaran daerah.
“Jika membeli baru, harganya mencapai Rp 60 juta per unit. Sedangkan mendaur ulang kontiner yang sudah rusak, hanya memerlukan anggaran Rp 3 juta sampai Rp 7 juta per unit. Hasilnya pun tak mengecewakan, baik dari sisi kualitas maupun desain. Dengan cara tersebut kami mendukung efeseinsi anggaran pemerintah daerah sesuai arahan Bupati HST,” Pungksnya.


