lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Sebanyak 42 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kapuas Tahun 2026 mulai menjalani pemusatan pendidikan dan pelatihan selama 14 hari. Pembinaan tersebut tidak hanya dipersiapkan untuk tugas pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Paskibraka Kabupaten Kapuas 2026 secara resmi dibuka Bupati Kapuas HM Wiyatno di Ballroom Hotel Permata Inn, Jalan Seroja, Kuala Kapuas, Rabu (5/8/2026). Dalam kesempatan yang sama, Bupati juga mengukuhkan Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Tingkat Kabupaten Kapuas Periode 2026–2030.
Ke-42 calon Paskibraka tersebut terdiri atas 24 putra dan 18 putri. Mereka merupakan peserta terbaik yang terpilih dari 130 orang yang mengikuti proses seleksi dan berasal dari berbagai SMA, SMK, serta MA di Kabupaten Kapuas.
Bupati HM Wiyatno mengatakan, Paskibraka memiliki peran lebih besar daripada sekadar menjadi pasukan pengibar bendera dalam peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, proses pendidikan dan pelatihan menjadi sarana penting untuk membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat dan berpegang pada nilai-nilai Pancasila.
“Bukan hanya menjadi pasukan pengibar bendera pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Paskibraka merupakan wadah pembentukan karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan semangat gotong royong,” ujar Wiyatno.
Ia meminta seluruh peserta memanfaatkan masa pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental dan karakter sebagai generasi penerus bangsa.
“Jadikan setiap materi, latihan, dan pembinaan sebagai sarana membentuk karakter, memperkuat mental, meningkatkan jiwa kepemimpinan, serta menanamkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara Republik Indonesia,” pesannya.
Menurut Wiyatno, pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada kemajuan infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi muda, kata dia, harus memiliki integritas, jiwa nasionalisme, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta tetap menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Selain membuka Pusdiklat, Wiyatno juga mengukuhkan tujuh purna Paskibraka Kabupaten Kapuas sebagai Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Tingkat Kabupaten Kapuas Periode 2026–2030.
Ia berharap para Duta Pancasila dapat menjadi teladan sekaligus penggerak persatuan dan perekat kebhinekaan di tengah masyarakat.
“Amanah yang saudara emban bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab moral untuk terus menjaga semangat kebangsaan, memperkuat persatuan, serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Kabupaten Kapuas,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kapuas, Yunabut, menjelaskan, pengukuhan DPPI merupakan tindak lanjut Keputusan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 50 Tahun 2024 tentang Tata Cara Pengangkatan Pertama Kali Pelaksana Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pelaksanaan Pusdiklat juga mengacu pada Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan BPIP Nomor 5 Tahun 2023. Regulasi tersebut mengamanatkan calon Paskibraka terpilih mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan sebelum menjalankan tugas pengibaran dan penurunan Duplikat Bendera Pusaka.
Selama 14 hari, para calon Paskibraka akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan sebagai persiapan menjalankan tugas pada upacara pengibaran dan penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kapuas.
Melalui proses tersebut, Pemkab Kapuas berharap lahir generasi muda yang tidak hanya mampu menjalankan tugas kenegaraan dengan baik, tetapi juga memiliki kedisiplinan, rasa tanggung jawab, jiwa kepemimpinan, nasionalisme, serta komitmen untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber : hmskmnf


