lenterakalimantan.com, BANTUL – Program penguatan ketahanan keluarga dan edukasi pranikah menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Barito Utara saat mengunjungi Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (6/8/2026).
Kunjungan tersebut dipimpin Wakil Bupati Barito Utara Felix Soenadi Y. Tingan dan disambut Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
Dalam pertemuan tersebut, Pemkab Bantul memaparkan sejumlah program strategis yang dijalankan untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, termasuk upaya menekan angka perceraian dan memperkuat ketahanan keluarga.
Bupati Bantul H. Abdul Halim Muslih mengatakan, pemerintah daerah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) memberikan edukasi pranikah kepada pasangan calon pengantin. Program tersebut dirancang untuk membangun kesiapan mental, finansial, dan pemahaman mengenai kehidupan berkeluarga.
“Berdasarkan evaluasi, perceraian di tengah masyarakat kerap dipicu oleh masalah ekonomi, keuangan, serta kurangnya pemahaman orang tua atau keluarga terhadap esensi pernikahan,” jelas Abdul Halim.
Menurutnya, program pembekalan yang berlangsung sekitar tiga bulan tersebut telah menjangkau 74 pasangan calon pengantin. Edukasi diberikan sebagai upaya membangun kesiapan pasangan sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Selain program ketahanan keluarga, Pemkab Bantul juga memaparkan berbagai strategi pembangunan daerah, termasuk pengelolaan sampah secara komprehensif di tingkat regional maupun sektoral.
Bupati Bantul menjelaskan, Kabupaten Bantul memiliki luas wilayah sekitar 506 kilometer persegi dengan jumlah penduduk lebih dari satu juta jiwa. Wilayah tersebut terdiri atas 17 kapanewon, 75 kalurahan, dan 933 pedukuhan, dengan sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani.
Wakil Bupati Barito Utara Felix Soenadi Y. Tingan mengatakan kunjungan tersebut dilakukan untuk memperoleh wawasan, pengalaman, serta pembelajaran mengenai kebijakan dan inovasi yang telah diterapkan Pemkab Bantul.
“Adapun maksud dan tujuan dari pelaksanaan kaji tiru ini adalah kami ingin memperoleh wawasan, pengetahuan, pengalaman, serta pembelajaran secara langsung mengenai berbagai kebijakan, strategi, inovasi, dan langkah-langkah implementasi yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bantul,” ujar Felix.
Ia menegaskan, berbagai program yang dipelajari tidak akan diterapkan secara mentah, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan, kondisi, dan kemampuan Kabupaten Barito Utara.
Hasil pembelajaran tersebut diharapkan dapat menjadi bahan dalam merumuskan kebijakan, memperbaiki tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, serta mengembangkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kunjungan tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan antarpemerintah daerah sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Sumber : hmskmnf


