lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Masyarakat yang membutuhkan hunian mendapat kesempatan memperoleh berbagai kemudahan melalui REI Kalsel Expo 2026 yang resmi dibuka di Duta Mall Banjarmasin, Rabu (12/8/2026).
Pameran perumahan terbesar di Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut berlangsung selama lima hari, hingga Minggu (16/8/2026). Kegiatan ini diikuti 41 perusahaan pengembang, tujuh perbankan, yakni BRI, Bank Mandiri, BNI, Bank Syariah Nasional (BSN), BTN, BSI, dan Bank Kalsel, serta tujuh perusahaan distributor dan penyedia produk pendukung properti.
Ketua Panitia REI Kalsel Expo 2026, H Irwansyah, mengatakan pameran tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai kemudahan dalam memiliki rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
“Pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai keuntungan, mulai dari cashback, potongan harga, hingga hadiah langsung selama pameran berlangsung,” katanya saat memberikan sambutan.
Menurutnya, berbagai kemudahan dan promo yang ditawarkan diharapkan menjadikan REI Kalsel Expo 2026 bukan sekadar ajang pameran properti, tetapi juga jembatan bagi masyarakat untuk mewujudkan keinginan memiliki rumah sendiri.
Mengusung tema ramah keluarga, pameran juga dimeriahkan berbagai kegiatan, di antaranya lomba merangkak anak, fashion show anak, donor darah, serta kegiatan menarik lainnya.
Irwansyah menyebut REI Kalsel Expo telah memasuki dua dekade penyelenggaraan. Pameran tersebut pertama kali digelar pada 2006.
“Pameran ini memasuki dekade kedua, digelar sejak 2006 hingga kini sudah 20 tahun. Semoga memberikan tren positif mendukung pertumbuhan ekonomi dan investasi di Banua,” ujarnya.
Perwakilan DPP REI, H Royzani, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, dunia usaha, perbankan, dan pemerintah untuk bersama-sama mendorong pertumbuhan sektor perumahan.
“Masyarakat mendapat solusi mendapatkan perumahan dan pembiayaan. Kemudian sesuai tema sinergi tanpa batas, hal ini menandakan perlunya kolaborasi semua pihak dalam memenuhi kebutuhan perumahan yang layak,” katanya.
Menurut Royzani, pembangunan perumahan turut menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari industri bahan bangunan, konstruksi, tenaga kerja, perbankan hingga telekomunikasi.
Karena itu, kolaborasi seluruh mitra REI dinilai penting agar ekosistem perumahan semakin berkembang dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian layak.
Ia berharap REI Kalsel Expo 2026 tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga menghasilkan transaksi serta memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat yang membutuhkan hunian.
Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, mengatakan pameran tersebut diharapkan semakin mendorong semangat anggota REI untuk meningkatkan penjualan.
“Tidak ada lagi isu kuota, sekarang saatnya jualan, jualan, jualan,” tegasnya.
Menurut Ahyat, penyelenggaraan REI Kalsel Expo 2026 juga bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel dan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sehingga menjadi waktu yang tepat untuk menggelar pameran.
Ia juga berharap aspirasi pengembang mengenai penyesuaian harga rumah dapat menjadi perhatian pemerintah, mengingat kenaikan harga bahan bangunan.
“Hari ini kita juga hadir komisioner BP Tapera Pusat. Semoga dapat menyampaikan aspirasi pengembang bahwa tahun depan hendaknya ada kenaikan harga rumah, mengingat saat ini harga bahan bangunan naik,” ujarnya.
Ahyat menyebut REI Kalsel menargetkan pembangunan sekitar 10 ribu hingga 13 ribu unit rumah sepanjang 2026. Meski penjualan hingga semester pertama tahun ini mengalami penurunan, pihaknya tetap optimistis pameran dapat mendorong pertumbuhan penjualan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalsel, Rahmayanti Janoezir Pamuntjak, yang mewakili Gubernur Kalsel, mengatakan REI Kalsel Expo juga berperan dalam membantu pemerintah mengurangi angka backlog perumahan di daerah.
“Kami sebagai pemerintah daerah sangat mendukung REI Kalsel Expo karena ini dapat menurunkan backlog yang sekarang 12,95 persen atau 160 ribu rumah tangga,” katanya.
Ia berharap masyarakat berpenghasilan rendah dapat terus memperoleh dukungan pembiayaan, termasuk melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan program perumahan yang disediakan REI Kalsel.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan kondisi geopolitik global turut berdampak terhadap kenaikan harga material bangunan.
“Memang di lapangan berdasarkan hasil dialog kami dengan teman-teman di daerah ada eskalasi kenaikan harga material,” ujarnya.
Menurut Heru, aspirasi para pengembang terkait kenaikan harga tersebut akan ditampung dan disampaikan melalui asosiasi masing-masing. Selanjutnya, pemerintah akan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk menganalisis perkembangan harga.
Meski demikian, Heru menegaskan rumah subsidi merupakan bagian dari program pemerintah untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh hunian.
“Meski demikian, rumah subsidi adalah bagian program pemerintah untuk memberikan kemudahan masyarakat. Jadi, rakyat juga perlu dibantu oleh pengembang,” katanya.
Heru mengapresiasi penyelenggaraan REI Kalsel Expo 2026 yang dinilainya menjadi langkah strategis untuk mengenalkan program rumah subsidi kepada masyarakat. Terlebih, pembiayaan rumah subsidi menawarkan bunga tetap 5 persen hingga lunas.
Ia menyebut penjualan rumah di Kalsel pada 2025 mencapai sekitar 11.200 unit sehingga menempatkan provinsi tersebut di peringkat ketujuh secara nasional. Dari angka tersebut, diperkirakan sekitar 70 persen merupakan penjualan anggota REI Kalsel.
Ia berharap pameran tersebut menjadi sarana sosialisasi yang lebih masif agar semakin banyak masyarakat mengetahui dan memanfaatkan program rumah subsidi.
Pembukaan REI Kalsel Expo 2026 ditandai dengan prosesi memasukkan kunci rumah ke miniatur rumah oleh Gubernur Kalsel yang diwakili Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalsel, Rahmayanti Janoezir Pamuntjak.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari DPD REI Kalsel kepada perwakilan Gubernur Kalsel, Ketua BP Tapera, Ketua Umum DPP REI, Wali Kota Banjarmasin, Wali Kota Banjarbaru, Bupati Banjar, dan Bupati Barito Kuala.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan plakat dan piagam kepada sponsor serta media sponsor, yakni Bank Mandiri, BRI, Bank Kalsel, BNI, BTN, BSN, Banjarmasin Post, dan Fortress.
Rangkaian pembukaan ditutup dengan pengguntingan pita dan peninjauan lokasi pameran REI Kalsel Expo 2026.
Editor: Tim Redaksi


