Nelayan Kintap Tala Resah, Menyusul Kapal Cantrang Luar Daerah Masuk

Nelayan Kintap Tala Resah, Menyusul Kapal Cantrang Luar Daerah Masuk
Nelayan Kintap Tala Resah, Menyusul Kapal Cantrang Luar Daerah Masuk

lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Nelayan Kintap Tanah Laut resah tangkapan ikan tidak maksimal menyusul Kapal Cantrang dalam sepekan ini gentayangan di Perairan laut di wilayah itu.

Pengurus DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ( HNSI) Tanah Laut Aco Alimuddin menuturkan beberapa terakhir ini nelayan menyampaikan keluhan atas kapal nelayan luar daerah yang menggunakan alat tangkap ikan terlarang (cantrang) yang hadir di Perairan Kintap Tanah Laut.

Bacaan Lainnya

Mereka melakukan aktivitas penangkapan ikan sangat lihai menghindari pengawasan warga dan petugas pengamanan perairan laut.

“Nelayan menjumpai kapal cantrang luar daerah beroperasi di perairan Kintap dan juga Satui,”jelasnya, Sabtu (4/9).

Akibat cantrak luar darah ini kata dia nelayan lokal mengalami penurunan hasil tangkapan ikan. “Sangat berpengaruh terhadap nelayan kami adanya kapal luar daerah yang menggunakan alat tangkap ikan cantrang,”terangnya.

Belum lagi kondisi cuaca dalam beberapa hari terakhir tidak bersahabat akibatnya gelombang laut di Tanah Laut juga tinggi.

Kapolres Tanah Laut AKBP Rofikoh Yunianto SIK melalui Kasat Polair Tala AKP Supriyanto, tidak membantah jika adanya informasi kapal nelayan luar pakai alat tangkap cantrang.

“Informasi yang kami dapat memang demikian. Namun saat ini sulit dideteksi karena gelombang besar. Jadi kemungkinan mereka menepi,”kata Kasatpol Air.

Terkait persoalan kapal Nelayan Cantrang luar Daerah ini. Kasat Polair ini juga telah menyampaikan kepada asosiasinya di Jawa agar membangun komunikasi pada nelayan tersebut supaya tidak beroperasi di wilayah yang dilarang cantrang di Tanah Laut.

Sembari kata dia pihaknya terus melakukan pemantauan serta memonitor serta berkoordinasi dengan warga nelayan.

“Memang informasinya mereka itu (kapal cantrang) ada di perairan Kintap dan Asam-Asam berada di luar 10 mil laut,”katanya.

Namun disaat gelombang tinggi mereka kemungkinan menepi ke daratan sehingga tak terlihat dalam pantauan anggota di lapangan.

Tinggi gelombang laut saat ini di tengah cuaca buruk gelombang mencapai 1,5 meter.

Karenanya ia mengimbau masyarakat nelayan Tanah Laut, saat beraktivitas di laut agar selalu memperhatikan keselamatan diri. “Dan para nelayan kita harapkan selalu berhati-hati dalam bekerja di laut. Utamakan keselamatan,”tadas Supryanto.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.