DP2KBP3A Ungkap Penyebab Tingginya Stunting di Tala: Faktor Utama Nikah Usia Dini

Ilustrasi - Menikah dini. Foto: Wikipedia

lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalsel, tengah berupaya menurunkan stunting.

Kasus stunting di Tala menjadi persoalan besar yang penting untuk diselesaikan. Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) stunting di Tala masih tinggi mengalami angka 3,9 persen.

Bacaan Lainnya

Menurut Kabid Pengendalian Penduduk Data dan Informasi, pada DP2KBP3A, Sukarti, salah satu penyebab stunting adanya pernikahan dini, di antaranya ditemukan ada salah satu keluarga menikah dibawah usia 17 tahun.

“Menikah di usia dini adalah salah satu faktor besar penyebab terjadinya stunting,” ujarnya kepada lentarakalimatan.com, Rabu (15/5/2024).

Ia bilang, risiko menikah usia dini membuat bayi akan lahir tidak normal terkena stunting. Di Tala masih ada ditemukan pernikahan di usia dini 13 tahun.

Sukarti mengatakan, untuk menekan angka stunting maka pihaknya sudah melakukan pencegah- pencegahan
dengan cara penyebaran informasi melalui Radio dan membuat spanduk di pasang di sekolah-sekolah.

“Supaya anak-anak untuk fokus sekolah jangan menikah di usia dini, paling tidak menikah setelah lulus di usia 19 tahun yang sudah didaftarkan di KUA,” kata Sukarti.

Menurut Sukarti, pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA) , terkait pasangan calon pengantin yang akan menikah harus benar-benar sehat dan siap hamil.

“Di kantor KUA kita memberikan elsimil elektronik siap nikah dan hamil,” ujarnya.

Selain itu kata Sukarti, setiap desa di Kabupaten Tanah Laut sudah terbentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK), ada sekitar 801 orang. Kerja TPK untuk mendampingi para calon pengantin.

“Bila ditemukan calon pengantin lingkar lengannya kurang dari biasanya, maka disarankan oleh TPK jangan hamil dulu,” ucapnya.

Pencegahan stunting yang bisa dilakukan oleh calon pengantin adalah mengonsumsi makanan bergizi, makanan tambahan dan vitamin.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *